Transformasi Digital & Ketahanan Data: Panduan Pemimpin Menuju 2026

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc. (dok. Synology)

Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc. (dok. Synology)

1TULAH.COM-Di tengah laju transformasi digital yang kian cepat, peran pemimpin perusahaan kini telah bergeser. Kepemimpinan tidak lagi sebatas menggerakkan tim atau mengejar target profit semata.

Ada satu tanggung jawab krusial yang sering luput dari sorotan: menjaga keberlangsungan data sebagai fondasi kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan perusahaan.

Di era di mana satu gangguan siber kecil bisa berdampak sistemik, kemampuan pemimpin dalam membaca sinyal risiko menjadi kualitas yang sangat krusial. Indonesia, sebagai salah satu pasar yang sering menjadi target serangan siber, menuntut para pemimpinnya untuk lebih peka terhadap ancaman keamanan data.

Belajar dari IndoSec Summit 2025: Backup Saja Tidak Cukup

Dalam gelaran IndoSec Summit 2025, Clara Hsu, Country Manager Synology Indonesia, menekankan bahwa strategi perlindungan data konvensional sudah tidak lagi memadai. Menurutnya, memiliki salinan data (backup) hanyalah langkah awal.

“Transformasi digital berkembang pesat, tapi ketahanan data harus berjalan seiring. Backup saja tidak cukup jika tidak bisa dipulihkan dengan cepat saat dibutuhkan,” jelas Clara.

Untuk membantu para pemimpin mendeteksi kerentanan sejak dini, berikut adalah 4 tanda bahaya (red flags) yang harus diwaspadai dalam sistem perlindungan data perusahaan:

Baca Juga :  Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027

1. Backup yang Tidak Lengkap (Fragmented Backup)

Seringkali, saat perusahaan melakukan ekspansi dan menambah aplikasi atau sistem baru, data dari sistem tersebut terlewat dari protokol backup rutin. Fenomena “penghematan kapasitas” dengan hanya menyimpan sebagian data juga menjadi bom waktu.

  • Risiko: Kehilangan data krusial saat sistem utama tumbang.

  • Pesan Clara: “Data yang tidak dibackup pada dasarnya sudah berada dalam kondisi berisiko.”

2. Data Tersebar Tanpa Terkontrol (Data Silos)

Perusahaan modern cenderung menyimpan data di berbagai platform (multi-cloud atau hybrid). Tanpa manajemen yang terintegrasi, tim IT akan kesulitan memantau di mana data sensitif berada.

  • Risiko: Duplikasi data, biaya penyimpanan membengkak, dan potensi pelanggaran regulasi hukum (seperti UU Pelindungan Data Pribadi).

  • Solusi: Implementasi sistem penyimpanan terpusat untuk pemantauan yang lebih efisien.

3. Backup yang Tidak Aman dari Ransomware

Banyak perusahaan baru menyadari celah keamanan mereka setelah serangan ransomware menginfeksi tidak hanya data utama, tetapi juga salinan backup mereka.

  • Risiko: Total data loss karena salinan cadangan turut terkunci oleh peretas.

  • Solusi: Terapkan prinsip Air-Gapping atau penyimpanan di lokasi berbeda, serta lakukan uji pemulihan (drill) secara rutin.

Baca Juga :  Heboh Kartu Merah Balogun di Piala Dunia, Nama Lionel Messi Ikut Terseret Kontroversi

4. Hak Akses Data yang Terlalu Longgar

Seiring berkembangnya organisasi, akses ke data sensitif sering kali diberikan tanpa kontrol ketat. Risiko internal, baik disengaja maupun tidak, merupakan ancaman nyata.

  • Risiko: Kebocoran data dari dalam perusahaan.

  • Solusi: Gunakan kontrol berbasis peran (Role-Based Access Control) dan autentikasi berlapis (MFA).

Menatap 2026: Fokus pada Resiliensi, Bukan Sekadar Proteksi

Memasuki tahun 2026, tren perlindungan data akan bergeser dari sekadar “mencegah” menjadi “memulihkan”. Clara Hsu memprediksi bahwa perusahaan akan semakin fokus pada strategi perlindungan data yang terintegrasi dan mudah diverifikasi secara instan.

Indikator Keberhasilan IT 2026: | Kriteria | Fokus Utama | | :— | :— | | Kecepatan | Berapa lama bisnis bisa kembali online setelah serangan? | | Integritas | Apakah data yang dipulihkan bersih dari malware? | | Verifikasi | Apakah sistem backup rutin diuji secara otomatis? |

Keamanan data kini bukan lagi masalah teknis semata, melainkan isu strategis di meja direksi.

Dengan mengenali tanda-tanda bahaya lebih awal dan mengambil langkah proaktif, perusahaan tidak hanya melindungi aset digitalnya, tetapi juga menjaga reputasi dan kesiapan menghadapi tantangan bisnis di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout
Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:24 WIB

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Berita Terbaru

Nanda Persada Sebut Ruben Onsu Punya Bukti Kuat dalam Gugatan Hak Asuh. Instagram @ruben_onsu

Entertainment

Sahabat Ungkap Alasan Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah

Senin, 6 Jul 2026 - 20:25 WIB