Penyebab Banjir Bandang Sumatera: WALHI Sebut Campur Tangan Manusia, Bukan Hanya Cuaca Ekstrem

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab Banjir Sumatera (bnpb.go.id)

Penyebab Banjir Sumatera (bnpb.go.id)

1TULAH.COM-Bencana banjir bandang kini melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera, meninggalkan duka mendalam dan kerugian besar.

Peristiwa alam yang terjadi baru-baru ini tidak hanya menelan banyak korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan masif pada rumah penduduk dan hanyutnya fasilitas umum, memaksa ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan darurat. Namun, di balik upaya penanggulangan, muncul pertanyaan krusial: Apa sebenarnya penyebab utama banjir Sumatera yang terjadi secara berulang ini?

Faktor Penyebab Banjir Sumatera: Alam Vs. Ulah Manusia

Ada dua perspektif utama yang muncul terkait penyebab banjir besar di Sumatera, terutama di wilayah Sibolga dan Tapanuli, yaitu faktor alam dan faktor ekologis akibat campur tangan manusia.

1. Faktor Cuaca: Siklon Tropis dan Hujan Ekstrem

Menurut keterangan resmi dari pemerintah, salah satu pemicu utama bencana hidrometeorologi ini adalah faktor cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Dirjen PDASRH), Dyah Murtiningsih, menyatakan bahwa banjir disebabkan oleh hujan ekstrem yang dipicu oleh fenomena siklon tropis.

Dyah Murtiningsih juga menyoroti kondisi geografis, di mana sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak terletak di Areal Penggunaan Lain (APL). Kondisi ini, klaimnya, menjadikan wilayah tersebut lebih rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan 'Ke Atas' Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

2. Faktor Ekologis: Campur Tangan Manusia (Bencana Ekologis)

Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara (Sumut) menentang keras anggapan bahwa bencana ini semata-mata disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Menurut Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Jaka Kelana Damanik, bencana ini tidak bisa dilepaskan dari campur tangan manusia.

Jaka memaparkan, saat banjir bandang terjadi, banyak material terutama kayu hasil penebangan liar ikut terseret arus. Hal ini didukung oleh citra satelit yang menunjukkan kondisi hutan di sekitar lokasi bencana telah gundul.

WALHI mengklaim, alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan terjadi akibat keputusan politik dan kebijakan yang berlandaskan pembangunan serta ekonomi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga-Tapanuli dianggap sebagai bencana ekologis, bukan hanya fenomena alam biasa.

Jaka Kelana Damanik: “Negara telah gagal mengelola lingkungan hingga menyebabkan krisis ekologis yang berujung pada kerusakan alam.”

Mengingat bencana serupa muncul setiap tahun saat musim hujan, WALHI mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian intens terhadap Ekosistem Batang Toru, yang merupakan hutan tropis terakhir di wilayah Sumut dan kaya akan flora serta fauna langka.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: "Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!"

Kesimpulannya, perpaduan antara hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan akibat deforestasi menjadi penyebab signifikan terjadinya bencana banjir bandang yang masif di wilayah Sumatera.

📍 Wilayah dan Dampak Banjir di Sumatera

Bencana banjir bandang ini menerjang setidaknya 13 daerah di Sumatera Utara, termasuk:

  • Langkat

  • Tapanuli Tengah

  • Sibolga

  • Mandailing Natal

  • Tapanuli Selatan

  • Tapanuli Utara

  • Padangsidempuan

  • Pakpak Bharat

  • Nias Selatan

  • Humbang Hasundutan

  • Binjai

  • Medan

  • Deli Serdang

Selain itu, daerah di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat juga mengalami dampak serius.

Data Korban Jiwa Terkini (BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini mengenai perkembangan penanganan bencana dan jumlah korban jiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga saat ini, total dilaporkan 35 orang meninggal dunia di wilayah Aceh akibat terdampak banjir bandang. Berikut rincian data korban yang dipaparkan oleh BNPB:

  • Bener Meriah: 11 tewas dan 13 hilang

  • Aceh Tenggara: 6 tewas, 7 hilang, dan 5 luka-luka

  • Aceh Tengah: 15 tewas

  • Gayo Lues: 1 tewas dan 2 hilang

  • Aceh Tamiang: 3 luka-luka

  • Subulussalam: 1 tewas

  • Lhokseumawe: 1 tewas dan 3 hilang

Pemerintah kini terus berupaya keras menyalurkan bantuan darurat serta melakukan evakuasi korban dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung
Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas
Respons Cepat! Dishub Kalteng Ambil Langkah Strategis Atasi Krisis BBM dan Tekan Lonjakan Tarif Angkutan
Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Jumat, 24 April 2026 - 07:07 WIB

Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Jumat, 24 April 2026 - 06:57 WIB

Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Jumat, 24 April 2026 - 00:25 WIB

Respons Cepat! Dishub Kalteng Ambil Langkah Strategis Atasi Krisis BBM dan Tekan Lonjakan Tarif Angkutan

Kamis, 23 April 2026 - 16:14 WIB

Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi

Berita Terbaru