Soroti Maraknya Kasus Bullying!DPRD Kalteng Desak Sekolah dan Orang Tua Sinergi Cegah Perundungan

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tommy. Foto:Dok/1tulah.com Irawan Diran

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tommy. Foto:Dok/1tulah.com Irawan Diran

1TULAH.COM-Fenomena kasus perundungan (bullying) di dunia pendidikan Indonesia semakin mengkhawatirkan, menjangkiti berbagai jenjang mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari legislator di daerah, salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran.

Tomy Irawan Diran menyayangkan bahwa praktik perundungan ini kerap disaksikan oleh anak-anak yang masih dalam fase krusial pembentukan karakter.

“Kasus bullying memang tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara. Namun kita perlu mengambil langkah serius untuk mencegahnya,” ujar Tomy, Senin (24/11/2025).

Sinergi Sekolah dan Orang Tua sebagai Kunci Utama

Sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran menegaskan bahwa pencegahan perundungan memerlukan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, pengawasan efektif harus didukung oleh dua pilar utama: aturan tegas di sekolah dan keterlibatan aktif orang tua.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara lingkungan sekolah dan rumah.

bullying seringkali muncul pada jam sekolah, menjadikan pengawasan oleh pihak sekolah sangat penting.

“Pihak sekolah harus memiliki aturan yang tegas dan orang tua juga perlu terlibat aktif. Ini harus berjalan sinkron. Pengawasan di sekolah sangat penting karena sering kali indikasi bullying terjadi pada jam sekolah,” tegas Tomy Irawan.

Baca Juga :  Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Dampak Serius Perundungan pada Kesehatan Mental Anak

Anggota DPRD Kalteng ini mengungkapkan keprihatinannya melihat sejumlah kasus perundungan, mulai dari anak yang dikucilkan hingga kasus yang memakan korban jiwa.

Tomy menilai bahwa pendidikan karakter anak harus benar-benar dijaga untuk memastikan generasi penerus bangsa tidak tumbuh menjadi pelaku bullying atau menjadi korban yang rapuh secara mental.

Ia mencontohkan dampak tragis dari tekanan mental akibat perundungan yang baru-baru ini terjadi.

“Saya kasihan melihat korban-korban bullying ini. Bahkan kemarin ada mahasiswa yang sampai bunuh diri karena tekanan mental. Ini menunjukkan bahwa mental anak-anak kita berbeda-beda: ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang berani dan ada yang tidak,” jelasnya.

Kasus-kasus ini menjadi alarm keras bahwa tekanan psikologis akibat bullying dapat berakibat fatal, membuktikan bahwa isu ini adalah masalah kesehatan mental yang serius, bukan sekadar kenakalan biasa.

Mendorong Pelatihan Khusus dan Ekstrakurikuler Pembentuk Mental

Untuk mengatasi masalah ini secara struktural, Tomy Irawan Diran mendorong agar lembaga dunia pendidikan mengadakan program yang berfokus pada penguatan mental dan karakter.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Ia mengusulkan dilakukannya pelatihan khusus atau kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang spesifik untuk membangun daya tahan mental dan membentuk karakter anak. Tujuan akhirnya adalah mencetak “generasi emas yang beradab” yang mampu menghadapi tantangan tanpa merugikan orang lain.

Pelatihan semacam ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan empati dan sense of belonging di antara siswa.

  • Mengajarkan mekanisme coping yang sehat bagi korban.

  • Membentuk pemimpin muda yang berani mengintervensi tindak perundungan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, telah mengambil sikap tegas terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) dalam dunia pendidikan. Ia menyerukan sinergi yang kuat antara sekolah (melalui aturan yang tegas) dan orang tua (melalui keterlibatan aktif) sebagai kunci pencegahan perundungan.

Lebih lanjut, ia mendorong pengadaan program pendidikan karakter dan penguatan mental untuk melindungi generasi muda dari dampak psikologis yang merusak.

Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan beradab di Kalimantan Tengah maupun di Indonesia secara keseluruhan. (Ingkit)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terbaru