1TULAH.COM-Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana Razak, menyoroti keras lambannya tindak lanjut Pemerintah Provinsi terkait pembangunan infrastruktur vital di Daerah Pemilihan (Dapil) III.
Menurut Okki, masalah paling mendesak yang muncul selama masa reses adalah belum terealisasinya pembangunan akses jalan yang memadai.
Politisi ini secara spesifik menyebut bahwa Jalan Kumai Hilir Seberang menuju Sekonyer adalah kebutuhan yang paling krusial dan harus segera ditindaklanjuti.
🏥 Akses Kesehatan Terhambat Akibat Jalan Rusak
Okki Maulana Razak menegaskan bahwa masalah jalan ini bukan sekadar persoalan mobilitas biasa, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan dan akses fasilitas kesehatan masyarakat.
“Yang paling utama menurut saya adalah Jalan Kumai Hilir Seberang menuju Sekonyer. Warga di sana mengakses fasilitas kesehatan dengan cukup sulit sehingga sangat krusial untuk segera dibangun,” ujar Oki kepada awak media belum lama ini.
Ia menjelaskan, selama jalan darat tersebut belum tersambung dan diperbaiki dengan baik, masyarakat terpaksa harus menggunakan jalur sungai untuk bepergian. Penggunaan jalur sungai ini sangat berisiko dan bergantung penuh pada kondisi cuaca.
Pada musim hujan, ombak tinggi dan air pasang di sungai kerap menghambat mobilitas warga, membuat mereka terisolasi, terutama saat terjadi situasi darurat medis.
“Jalan itu mungkin satu-satunya akses yang mereka punya. Mobilitas dengan kerusakan fatal ini sangat menghambat, terutama ketika masyarakat harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya. Oleh karena itu, Komisi IV mendesak pemerintah agar segera memprioritaskan anggaran untuk pembangunan jalan krusial ini.
📶 Kabar Baik: Sinyal Komunikasi Capai 90% di Permukiman
Di tengah persoalan infrastruktur jalan yang mendesak, Okki Maulana Razak juga memberikan kabar positif terkait perkembangan layanan komunikasi di daerah permukiman Dapil III.
Berdasarkan pemaparan dari Dinas Kominfo dan hasil pemantauan langsung Okki saat reses, cakupan sinyal di wilayah permukiman saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Alhamdulillah, semua sudah ter-cover dengan baik. Kami tidak menemukan blind spot di daerah permukiman, hanya wajar jika di area nonpadat masih ada,” ungkap Okki.
Meski demikian, peningkatan kualitas sinyal dan perluasan jaringan di area non-padat penduduk tetap menjadi agenda yang perlu terus didorong untuk memastikan konektivitas digital yang merata di seluruh Kalteng.
Fokus utama Komisi IV kini kembali pada pemenuhan infrastruktur fisik dasar, terutama akses Jalan Kumai Hilir Seberang–Sekonyer. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

