Perang Dagang Chip AI Memanas! AS Resmi Blokir Penjualan Nvidia Blackwell China, Beijing Balas Wajibkan Chip Lokal

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Xi Jinping dan Donald Trump. [Kolase]

Xi Jinping dan Donald Trump. [Kolase]

1TULAH.COM-Ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs China kembali memanas, kali ini berpusat pada teknologi paling vital di era modern: Chip Kecerdasan Buatan (AI).

Pemerintah AS secara resmi melarang raksasa semikonduktor, Nvidia, untuk menjual chip AI tercanggihnya, Blackwell, ke pasar China.

Larangan ini tidak hanya memperdalam keretakan teknologi antara kedua negara adidaya, tetapi juga memicu respons keras dari Beijing.

AS Blokir Nvidia Blackwell: Permata Mahkota Inovasi AI

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengkonfirmasi langsung pemblokiran penjualan prosesor AI canggih Nvidia Blackwell China, menegaskan bahwa chip tersebut tidak untuk dijual ke Tiongkok saat ini.

“Chip Blackwell bukanlah sesuatu yang ingin kami jual ke China saat ini,” ujar Leavitt, dikutip dari Gizmochina, Jumat (7/11/2025).

Keputusan ini sejalan dengan strategi Pemerintahan Donald Trump untuk mempertahankan keunggulan teknologi AS, khususnya di sektor AI, dan mencegah China mengakuisisi perangkat keras buatan Amerika yang paling mutakhir.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut chip Blackwell Nvidia sebagai “permata mahkota inovasi AI Amerika.” Penjualan ke Tiongkok, menurutnya, mungkin baru akan dipertimbangkan kembali setelah chip tersebut kedaluwarsa, diperkirakan dalam 12 hingga 24 bulan, seiring dengan laju inovasi pesat Nvidia.

Baca Juga :  Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Pangsa Pasar Nvidia di China Merosot Tajam

Dampak dari pembatasan ekspor sebelumnya sudah terlihat. Pangsa pasar Nvidia di pusat data (data center) AI Tiongkok yang sempat mencapai 95 persen pada tahun 2022, kini merosot tajam.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan harapan untuk kembali ke pasar China namun mengakui belum ada rencana konkret. Bahkan, Nvidia dilaporkan sedang mendesain ulang chip B30A buatannya agar dapat memenuhi persyaratan ekspor AS yang semakin ketat di masa depan.

Balasan China di Perang Dagang AS: Wajibkan Chip AI Lokal

Tak tinggal diam, Tiongkok melancarkan langkah balasan yang agresif. Sebagai respons terhadap larangan ekspor AS, Pemerintah China telah mengeluarkan arahan tegas:

  • Semua proyek pusat data baru yang menerima dana negara wajib menggunakan chip AI produksi dalam negeri.
  • Proyek yang penyelesaiannya kurang dari 30 persen diwajibkan untuk menghapus atau membatalkan pesanan chip asing.
  • Proyek yang lebih maju akan ditinjau secara individual.

Kebijakan ini menjadi upaya paling ambisius Tiongkok dalam mencapai swasembada chip AI, yang diharapkan dapat menguntungkan produsen domestik seperti Huawei, Cambricon, dan MetaX.

Baca Juga :  Sinode Umum XXV GKE Jadi Momentum Perkuat Iman dan Kemajuan Masyarakat

Namun, analis industri memperingatkan bahwa chip AI China saat ini masih tertinggal dari produk Nvidia, baik dari segi kinerja maupun dukungan ekosistem perangkat lunak, yang berpotensi memperlambat perkembangan AI Tiongkok secara keseluruhan.

Dampak Global Perang Dagang Chip AI

Pembatasan yang semakin ketat ini membentuk ulang lanskap AI global.

Pihak Tujuan Strategis Dampak yang Ditimbulkan
Amerika Serikat Mengamankan keamanan nasional & mempertahankan dominasi teknologi AI. Mempertahankan keunggulan komputasi canggih, namun produsen chip kehilangan akses pasar besar.
China Mencapai swasembada teknologi & mandiri dari teknologi AS. Mempercepat dorongan semikonduktor domestik, namun berisiko tertinggal dalam inovasi AI tingkat tinggi.
Nvidia Berharap kembali ke pasar China. Kehilangan akses ke salah satu pasar terbesar dunia, mendorong inovasi chip baru yang sesuai regulasi.

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:04 WIB

Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Berita Terbaru