1TULAH.COM, Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Haji Tajeri, angkat bicara terkait hasil inspeksi mendadak atau sidak Bupati H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan sejumlah pejabat lainnya di RSUD Muara Teweh pada Senin sore kemarin, 13 Oktober 2025.
Sebelumnya, pada hari pertama masuk kerja dan melakukan sidak di RSUD Muara Teweh, Bupati Barut Shalahuddin mengaku kaget melihat kondisi rumah sakit kebanggan daerah ini ditemukan banyak kerusakan, ketidaklayakan, baik bangunan juga alat kesehatan yang tak terpakai semestinya.
Mengetahui hal itu, dewan Haji Tajeri berharap hasil sidak Bupati Shalahuddin bersama Wabup Felix segera ditindaklanjuti dengan segera oleh pihak manajemen rumah sakit.

Dia berkata, seperti apa yang sering dirinya diutarakan di media, bahwa RSUD Muara Teweh terlihat megah hanya dari luar saja, terdapat di dalam banyak rusak. Di antaranya bangunan banyak bocor, AC-nya tak berfungsi, WC juga kotor dan mampet dan kran air ada yang tidak berfungsi.
“Tapi itulah faktanya. Alhamdulillah Bupati dan Wakil beserta jajarannya langsung melihat fakta lapangan. Saya berharap manajemen RSUD Muara Teweh perlu dievaluasi menyeluruh. Hal itu demi perbaikan pelayanan ke depan, semua orang tentunya tidak ingin ke rumah sakit, inginnya sehat selalu, orang ke rumah sakit ingin sehat,” kata Haji Tajeri, Selasa pagi, 14 Oktober 2025.
Selanjutnya dia bilang, dari pelayanan yang jauh dari kata baik dan ramah, karena faktanya banyak pasien melapor pelayanan kurang maksimal dan juga lambat.
Dewan Haji Tajeri mengungkapkan jika dia pernah mengantar pasien laka lantas ke RSUD Muara Teweh, dan terbukti pelayanan lambat.
“Setelah saya telepon ibu direktur baru pelayanan maksimal. Nah seharusnya jangan menunggu perintah. Siapapun yang datang ke rumah sakit, apalagi gawat darurat seharusnya dilayani dulu dengan maksimal, jangan tanya siapa yang bertanggung jawab terhadap pasien dan lain sebagainya, ini adalah fakta yang saya temukan langsung,” ujarnya.
Dia juga berharap dengan adanya sidak Bupati dan Wakil Bupati ke RSUD Muara Teweh pelayanan ada perubahan maksimal, lebih baik dari hari-hari sebelumnya, karena orang berobat ingin sembuh.
“Kemudian, dalam sidak kemarin, apakah Bupati juga melihat ada alat kesehatan berupa CT scan atau computerized tomography scan yang baru tidak pernah digunakan, tapi rusak? Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Masa alat baru tidak pernah dipakai rusak, jangan-jangan barang tersebut hanya casingnya baru, namun dalamnya barang bekas,” ungkapnya curiga.
Menurut dia, ini perlu diselidiki dengan cermat, apalagi diketahui jika harga alat kesehatan tersebut mencapai miliaran rupiah.
Selain itu dia meminta kepada Bupati H Shalahuddin agar biaya parkir di RSUD Muara Teweh digratiskan.
“Kasihan masyarakat yang menginap maupun pembesuk, sudah sakit kena biaya parkir lagi, masih banyak sumber pendapatan asli daerah yang bisa digali, permintaan saya masalah parkir ini sudah lama, tapi tidak pernah diindahkan dengan berbagai macam alasan. Semoga permintaan saya bisa dikabulkan,” tutup Haji Tajeri.
Diwartakan sebelumnya, hari pertama masuk kerja, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan baik, Bupati dan Wakil Bupati Barut, Kalteng, H Shalahuddin-Felix Sonadie Y Tingan melakukan inspeksi mendadak atau sidak di RSUD Muara Teweh, pada Senin sore, 13 Oktober 2025.
Pasangan bupati dan wakil bupati yang baru sehari menjabat ini terlihat terkejut, menemukan banyak kerusakan, baik bangunan, dan alat kesehatan yang tidak terpakai lantaran kekurangan spesifikasi standar pelayanan.
Bupati Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix melakukan sidak didampingi Sekda Muhlis dan sejumlah kepala dinas terkait. Di antaranya, Kadis Kesehatan, Kadis PUPR, Plt Kepala Badan DPPKA, dan sejumlah pejabat lain.
Saat tiba di rumah sakit andalan Barut ini, Direktur RSUD Muara Teweh, dr Tiur Meida langsung membawa kedua pemimpin daerah ke tempat ruangan yang mengalami kerusakan parah. ruangan CSSD (central sterile supply department) atau ruangan sterilitas alat kesehatan. Tampak plafon gipsum di ruangan itu berlobang dan terlihat menganggu kenyamanan.
“Ini kerusakan dikarenakan rembesan air dari lantai atas. ada beberapa ruangan yang begini. Baik itu di ruangan pelayanan pasien termasuk di sini,” kata Tiur.
Tiur juga menerangkan, banyak toilet mampet dan tidak bisa terpakai. “Kami juga akan memperbaiki ruangan pasien atau semua ruang di Wing A, karena sesuai standar pelayanan setiap ruangan pasien harus ada wc atau toilet di dalam ruangan,” ungkap Tiur.
Saat kunjungan berlanjut ke ruang ICCU. Ruangan pasien itu terdapat kebocoran dari limbah wc atau toilet dari lantai atas.
“Waduh masuk di sini tidak enak karena bocoran dari atas terus masuk. Kalau begini bagaimana pasien bisa sehat dan merasa nyaman,” celetuk Bupati Shalahuddin kepada wartawan.
Dalam kunjungan itu, berapa kali Bupati Shalahuddin maupun Wabup Felix meminta Kepala Dinas PUPR segera melakukan perbaikan. Dia juga menanyakan apakah ada dianggarkan dana pemeliharaan setiap tahun.
“Ada apa enggak dana pemeliharaan dianggarkan setiap tahun, mestinya harus ada. Agar bangunan dan fasilitas rumah sakit terjaga dengan baik,” kata Bupati Shalahuddin.
Saat di ruang pasien ICCU, Shalahuddin-Felix bertambah terkejut. Mendengar penjelasan direktur rumah sakit. “Ini air rembesan dari toilet, makanya ada bau. Dokter yang jaga di sini sudah berapa kali menanyakan perbaikan,” timpal Tiur.
Dikonfirmasi terkait hasil sidak dirinya ke rumah sakit, Bupati Shalahuddin didampingi Wabup Felix mengakui, jika kondisi rumah sakit milik pemerintah itu mengalami banyak kerusakan.

“Kita sudah lihat bersama-sama bangunan rumah sakit baik fisik dan juga instalasinya banyak yang sudah rusak dan akan kita perbaiki. Kita akan masuk anggaran perbaikan di tahun 2026. Saya akan mendatangkan konsultan manajemen konstruksinya lusa. Saya berkeinginan rumah sakit ini di tahun depan akan terlihat seperti baru. Targetnya seperti itu,” tegas Bupati Shalahuddin.
Penulis: Aprie/Deni
Editor: Aprie

![Chiki Fawzi [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/chika-fauzi-360x200.jpg)




![Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/nadiem-chrom-225x129.jpg)



![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)

![Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/nadiem-chrom-360x200.jpg)










