TikTok Kurangi Tenaga Manusia! AI Ambil Alih Moderasi Konten di Inggris Raya

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi TikTok. (TikTok)

Ilustrasi TikTok. (TikTok)

1TULAH.COM-Raksasa media sosial TikTok dilaporkan akan memangkas ratusan pekerjanya di Inggris Raya. Keputusan ini datang seiring dengan semakin bergantungnya perusahaan pada kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola dan mengevaluasi konten bermasalah, menggantikan peran moderator manusia.

Dilansir dari Azernews pada Senin (25/8/2025), restrukturisasi ini akan secara langsung memengaruhi staf di divisi kepercayaan dan keamanan (trust and safety).

Pergeseran drastis ini merupakan bagian dari restrukturisasi global yang sedang dilakukan TikTok, yang bertujuan untuk mengonsolidasikan operasional ke pusat-pusat yang lebih sedikit. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran dari serikat pekerja, yang mengkritik keputusan tersebut karena dianggap dapat membahayakan keselamatan jutaan pengguna di Inggris.

Alasan Perusahaan: Efisiensi dan Kesejahteraan Karyawan

TikTok membela keputusannya dengan alasan bahwa penggunaan AI bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga dapat mengurangi tekanan psikologis bagi para stafnya. Menurut perusahaan, jumlah video kekerasan atau konten menyedihkan yang harus ditinjau oleh karyawan telah menurun hingga 60% sejak penerapan teknologi AI.

Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Saat ini, lebih dari 85% video yang dihapus karena pelanggaran kebijakan sudah terdeteksi oleh alat otomatis. Bahkan, 99% dari konten bermasalah berhasil dihapus secara proaktif oleh platform sebelum ada keluhan dari pengguna. Pimpinan TikTok menekankan bahwa moderasi berbasis AI membantu menjaga standar konten secara efisien sekaligus meringankan beban emosional para moderator.

Transisi ini terjadi di tengah berlakunya Undang-Undang Keamanan Daring Inggris yang baru, yang mengancam platform media sosial dengan denda besar jika gagal mencegah penyebaran konten berbahaya. Penggunaan AI, bagi TikTok, menjadi solusi strategis untuk memenuhi regulasi ketat tersebut.

Dominasi TikTok di Indonesia di Tengah Perubahan Global

Meskipun TikTok sedang melakukan perubahan besar pada struktur operasionalnya di Inggris, dominasinya di pasar global, termasuk di Indonesia, tidak terbantahkan. Sebuah riset terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa TikTok menjadi media sosial paling sering digunakan oleh orang Indonesia pada tahun 2025.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Platform video pendek asal China ini berhasil menggeser dominasi Facebook dan YouTube yang sebelumnya memimpin di tahun 2024. Data APJII menunjukkan, di tahun 2025:

  • TikTok memimpin dengan persentase 34,85%.
  • YouTube berada di posisi kedua dengan 23,76%.
  • Facebook turun ke peringkat ketiga.
  • Instagram menempati posisi keempat dengan 15,94%.
  • X (sebelumnya Twitter) melengkapi lima besar.

Kisah TikTok di Inggris Raya mencerminkan bagaimana teknologi, khususnya AI, mengubah lanskap industri media sosial. Sementara di satu sisi AI memberikan efisiensi dan meringankan beban pekerja, di sisi lain, keputusannya untuk memangkas ratusan karyawan menimbulkan perdebatan tentang peran manusia dalam era otomatisasi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Berita Terbaru