Kaesang Pangarep Diarak di Solo: Sinyal Kuat Menuju Kursi Ketua Umum PSI

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat berjalan menuju lokasi Kongres dari kediaman Jokowi. [Suara.com/Ari Welianto]

Calon Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat berjalan menuju lokasi Kongres dari kediaman Jokowi. [Suara.com/Ari Welianto]

1TULAH.COM-Pemandangan tak biasa mewarnai Kota Solo hari ini. Calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, diarak layaknya tokoh penting dalam sebuah prosesi budaya Jawa. Momen simbolis ini menjadi sinyal kuat bahwa takhta tertinggi partai berlambang mawar itu sudah di depan mata Kaesang.

Arak-arakan dari Kediaman Jokowi: Lautan Merah-Putih PSI

Arak-arakan Kaesang dimulai dari titik paling strategis: kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Sumber, Banjarsari, Solo, pada Sabtu (19/7/2025) pagi. Ratusan kader PSI dengan atribut lengkap tumpah ruah, mengubah jalanan di sekitar kediaman Jokowi menjadi lautan merah-putih khas PSI.

Suasana riuh rendah dengan gemuruh marching band yang mengiringi yel-yel kemenangan untuk Kaesang. “Kaesang Ketum! PSI Menang!” teriak para kader bersahutan. Tak hanya itu, bendera-bendera raksasa bergambar wajah putra bungsu Jokowi dengan logo baru PSI turut dikibarkan, menandai babak baru bagi partai yang sebelumnya identik dengan aktivis muda tersebut.

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Memohon Restu Keluarga: Lampu Hijau dari Pusat Kekuasaan

Tepat pukul 09.49 WIB, Kaesang Pangarep keluar dari kediaman ayahnya. Namun, sebelum melangkahkan kaki menuju Gedung Graha Saba Buana yang menjadi lokasi kongres, sebuah ritual penting dilakukan. Kaesang secara khusus meminta doa dan restu dari orang-orang terpenting dalam hidupnya.

Ia menghadap sang ayah, Jokowi, dan ibunya, Iriana, serta sang istri, Erina Gudono, untuk memohon kelancaran atas jalan politik yang akan ditempuhnya. “Iya, minta doa restu,” ujar Kaesang singkat namun penuh makna saat dikonfirmasi wartawan.

Restu dari seorang Jokowi bukan sekadar restu ayah kepada anak. Dalam lanskap politik Indonesia, itu adalah sinyal dukungan penuh dari salah satu tokoh paling berpengaruh di negeri ini. Kaesang pun membeberkan doa yang dipanjatkan oleh ayahnya.

“Semoga semuanya lancar. (Apa doanya, Mas?) Semoga semuanya lancar, tidak ada hambatan sama sekali, (Berarti ke ibu juga ya, Mas?) Iya, ke ibu, ke istri semua,” terang Kaesang. Doa ini menjadi bekal utama yang menegaskan bahwa langkahnya untuk memimpin PSI telah mendapat “lampu hijau” dari pusat kekuasaan keluarga.

Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Narasi Dinasti Politik: PSI dalam Lingkaran Pengaruh Jokowi

Arak-arakan dari rumah Jokowi ke Graha Saba Buana, yang notabene juga gedung milik keluarga Jokowi, semakin mempertegas narasi bahwa PSI kini telah sepenuhnya berada dalam lingkaran pengaruh politik dinasti Jokowi.

Meski seluruh semesta seolah mendukung, Kaesang memilih untuk tetap rendah hati saat disinggung posisinya yang sangat diunggulkan dalam bursa pemilihan ketua umum. Alih-alih memberikan komentar bombastis, ia memilih untuk menunggu hasil resmi.

“Nanti ya, nanti setelah pengumuman aja. Setelah pengumuman,” tandasnya, sembari terus berjalan di tengah lautan kader yang mengelu-elukannya.

Bagaimana menurut Anda, apakah penegasan narasi dinasti politik ini akan memengaruhi citra PSI di mata publik? (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru