Misteri Diplomat Kemlu Tewas Terlakban di Menteng: Hanya Istri yang Kunjungi Kamar Kosnya?

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meninggalnya Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat ahli muda di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih menyisakan misteri. (Kolase Suara.com)

Meninggalnya Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat ahli muda di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih menyisakan misteri. (Kolase Suara.com)

1TULAH.COM-Kematian tragis diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan (ADP), 39 tahun, masih menyisakan misteri yang mendalam. Ditemukan tak bernyawa dengan kepala terbungkus lakban di kamar kosnya di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025) pagi, penyelidikan kini fokus pada siapa orang terakhir yang bersamanya. Terlebih, polisi mengungkap fakta mengejutkan: hanya sang istri yang tercatat pernah mengunjunginya di kamar tersebut selama dua tahun.

Jasad Arya pertama kali ditemukan oleh penjaga kos dalam kondisi yang mengenaskan. “Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, pada Rabu (9/7/2025).

Keamanan Berlapis, Akses Terbatas

Di tengah intensifikasi penyelidikan, muncul fakta krusial terkait akses ke kamar kos korban. Menurut Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, indekos tempat Arya menginap bukanlah tempat sembarangan. Dengan sistem keamanan berlapis, tidak ada orang asing yang bisa leluasa masuk tanpa izin.

Baca Juga :  Polda Riau Amankan 39 Tersangka Penyelewengan Puluhan Ton BBM Subsidi

“Kan di situ kan kosan keluarga, ya, dan double pintu. Bukan tiba-tiba orang lain masuk langsung nyelonong ke pintu kamar, ya, enggak seperti itu,” ujar Kompol Rezha. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa hanya orang-orang tertentu yang memiliki akses ke area tersebut, apalagi langsung ke kamar korban.

Yang lebih mengejutkan adalah kesaksian pemilik dan penjaga kos kepada polisi. Selama dua tahun Arya Daru Pangayunan menyewa kamar di sana, hanya satu orang yang tercatat pernah berkunjung. “Enggak ada, enggak ada boleh masuk selain yang punya kamar kosan,” jelas Rezha, mengonfirmasi bahwa satu-satunya pengunjung itu adalah istri korban.

Interaksi Terakhir dan Kecurigaan yang Mendalam

Fakta tentang akses terbatas dan hanya adanya satu pengunjung ini menjadi teka-teki besar jika dikaitkan dengan aktivitas terakhir Arya sebelum ia ditemukan tewas. Menurut kesaksian satpam, pada Senin (7/7/2025) malam, sehari sebelum ditemukan meninggal, semuanya tampak normal. Arya bahkan sempat berinteraksi dan menyapa satpam tersebut. “Sempat menyapa dia juga. Semua tampak normal,” tambah satpam.

Baca Juga :  Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengonfirmasi identitas korban dan menyampaikan duka cita mendalam. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyebut Arya adalah seorang diplomat yang banyak menangani isu-isu WNI. “Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak,” kata Judha.

Pihak Kemlu menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian. Sementara itu, jasad Arya telah dibawa ke RSCM untuk diautopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian yang kini menjadi sorotan publik. Hasil autopsi sangat dinanti untuk membuka tabir misteri di balik kematian diplomat muda ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun
KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:21 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 - 21:17 WIB

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB