1TULAH.COM – Informasi yang menyebar di media sosial mengenai bahaya vaksin HPV, termasuk tuduhan bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan kemandulan, menopause dini, gangguan otak, kanker, hingga kematian mendadak, merupakan kabar bohong yang menyesatkan.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG(K), menegaskan bahwa anggapan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah dan hanya merupakan mitos yang tidak terbukti kebenarannya.
Ia menjelaskan bahwa vaksin HPV secara ilmiah telah terbukti aman dan tidak berdampak buruk terhadap sistem reproduksi perempuan.
Justru sebaliknya, vaksin ini sangat penting untuk mencegah kanker serviks yang mayoritas disebabkan oleh infeksi virus HPV berisiko tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI juga menyatakan bahwa vaksin HPV tidak menyebabkan kemandulan.
Kalaupun muncul efek samping, gejala yang ditimbulkan biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti demam ringan, nyeri otot, atau rasa gatal dan memar di area suntikan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi hoaks yang tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih mengedepankan informasi dari sumber resmi atau tenaga kesehatan profesional.
Penulis : Laili R











![Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0. Simak 7 rekor mentereng La Roja, dari hanya kebobolan satu gol hingga rekor tak terkalahkan. [Dok. FIFA]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/rekor-spanyol-225x129.jpg)












![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

