Anak Muda Rentan Alami Penyakit Jantung, Ini Tiga Faktor Penyebabnya

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Penyakit jantung yang dulunya lebih sering menyerang orang lanjut usia kini semakin banyak ditemukan pada anak muda, bahkan yang masih berusia di bawah 25 tahun.

Pergeseran tren ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup yang dijalani sehari-hari.

Berdasarkan laporan dari Healthline pada 22 Juni 2025, berbagai masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, henti jantung, dan kardiomiopati atau lemahnya otot jantung, sangat dipengaruhi oleh kebiasaan hidup.

Salah satu faktor utama adalah kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup pasif yang minim gerakan dapat mengganggu sirkulasi darah, melemahkan kekuatan otot jantung, serta memicu peningkatan berat badan.

Duduk dalam waktu lama juga berpotensi menyebabkan peradangan pada pembuluh darah arteri, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Untuk mencegah hal ini, penting untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti berolahraga, berjalan kaki, lebih sering berdiri, atau menggunakan tangga daripada lift.

Pola makan yang tidak seimbang juga turut memperburuk kondisi. Banyak anak muda yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan yang tinggi lemak, garam, serta gula, padahal jenis makanan ini kurang baik bagi kesehatan jantung.

Dianjurkan untuk memperbanyak asupan makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta sumber protein rendah lemak seperti ikan, unggas, dan produk susu rendah lemak.

Selain itu, manajemen stres menjadi aspek penting yang sering diabaikan. Kesehatan mental ternyata memiliki kaitan erat dengan kondisi jantung.

Stres berat, kecemasan, dan depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa meningkatkan risiko gangguan jantung maupun stroke.

Oleh karena itu, anak muda disarankan untuk menyempatkan waktu melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti menyalurkan hobi, liburan, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat guna menjaga keseimbangan emosional dan mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru