Indonesia dan Finlandia Perkuat Kolaborasi: Fokus pada Transisi Energi, Lingkungan, dan Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

1TULAH.COM-Indonesia dan Finlandia telah mencapai kesepakatan penting untuk mempererat kerja sama di tiga sektor vital: transisi energi, perlindungan lingkungan, dan pendidikan. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Jakarta pada Kamis (5/6/2025).

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI, Sugiono menyampaikan apresiasi atas hubungan baik kedua negara dan berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti secara konkret, terutama dalam sektor yang menjadi prioritas pembangunan nasional Indonesia saat ini.

Finlandia: Mitra Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Menteri Sugiono menekankan posisi strategis Finlandia sebagai mitra. “Finlandia adalah salah satu negara yang memiliki keunggulan di bidang transisi energi, lingkungan, dan pendidikan,” ujar Sugiono. Ia menambahkan, kolaborasi erat ini akan sangat relevan untuk mendukung target-target pembangunan berkelanjutan yang sedang dikejar Indonesia, khususnya menjelang transisi menuju ekonomi hijau.

Keunggulan Finlandia di bidang-bidang tersebut menjadikan kerja sama ini krusial bagi Indonesia. Dengan sistem pendidikan yang maju dan inovatif, serta fokus kuat pada energi bersih dan perlindungan lingkungan, Finlandia diharapkan dapat menjadi katalisator bagi akselerasi tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Peningkatan Investasi dan Dukungan Aksesi OECD

Baca Juga :  BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Selain kerja sama sektoral, isu perdagangan dan investasi juga menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. Indonesia secara aktif mendorong Finlandia untuk meningkatkan investasinya di berbagai sektor strategis, termasuk energi hijau, pendidikan, kesehatan, infrastruktur digital, serta infrastruktur berkelanjutan yang mendukung transformasi ekonomi hijau.

Optimisme ini diperkuat dengan data investasi Finlandia di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, nilai investasi Finlandia di Indonesia mencapai 22,2 juta dolar AS atau setara hampir Rp362 miliar, tersebar dalam 119 proyek. Angka ini menandakan eratnya hubungan ekonomi kedua negara yang semakin menjanjikan.

Sugiono juga menegaskan pentingnya kolaborasi Indonesia dan Finlandia di level multilateral, khususnya dalam proses Indonesia untuk menjadi anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). “Indonesia berharap mendapat dukungan dari Finlandia dalam proses aksesi menjadi anggota OECD,” pungkasnya.

Langkah Indonesia menuju keanggotaan OECD sejalan dengan agenda transisi energi yang sedang diakselerasi. Pemerintah Indonesia telah menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% secara mandiri, dan hingga 43,2% dengan bantuan internasional, pada tahun 2030.

Tantangan dan Peluang Transisi Energi di Indonesia

Meski ambisius, realisasi target transisi energi di Indonesia tidak lepas dari tantangan. Profesor Riset bidang Energi, Dr. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., menekankan bahwa kesiapan Indonesia menjadi faktor krusial. Menurutnya, target pemerintah untuk mencapai 23% Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional adalah langkah maju, namun implementasinya di lapangan menghadapi hambatan.

Baca Juga :  Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

“Transisi energi bukan hanya soal mengurangi impor BBM dan LPG, tetapi juga mencapai swasembada energi nasional yang akan membangun ketahanan energi,” tegas Tumiran dalam webinar “Navigating Indonesia’s Energy Transition”. Ia menambahkan, “Bukan sekadar mengandalkan regulasi.”

Untuk itu, transisi energi harus didukung oleh kolaborasi lintas sektor: pemerintah, pelaku industri, dan komunitas akademik. Hal ini penting untuk menciptakan ekosistem energi terbarukan yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan pasar domestik yang luas, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun industri energi bersih yang kuat dan berdaya saing global. Lebih jauh, upaya ini diharapkan mampu berkontribusi pada pencapaian pembangunan berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Kerja sama yang solid antara Indonesia dan Finlandia diharapkan dapat menjadi model bagi kemitraan internasional dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Berita Terbaru