DPRD Kalteng Pelajari Strategi Kota Layak Anak di Tangerang Demi Wujudkan Provila

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto. Bersama Wakil Ketua Komisi III Tomy Irawan Diran dan jajaran. Saat kunjungan kerja ke DP3AP2KB Kota Tangerang, Selasa (29/4/2025). Foto:Istimewa

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto. Bersama Wakil Ketua Komisi III Tomy Irawan Diran dan jajaran. Saat kunjungan kerja ke DP3AP2KB Kota Tangerang, Selasa (29/4/2025). Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai Provinsi Layak Anak (Provila) dengan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang pada Selasa (29/4/2025).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiyarto, bersama Wakil Ketua Tomy Irawan Diran, Sekretaris Bryan Iskandar, serta sejumlah anggota komisi lainnya, bertujuan untuk menggali informasi mendalam dan mempelajari strategi penguatan kelembagaan yang telah berhasil diterapkan Kota Tangerang dalam mewujudkan status Kota Layak Anak.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses penguatan kelembagaan dilakukan di Kota Tangerang. Pengalaman dan keberhasilan mereka dapat menjadi referensi yang sangat berharga bagi Kalimantan Tengah yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi proses menjadi Provinsi Layak Anak,” ungkap H. Sugiyarto.

Lebih lanjut, H. Sugiyarto menjelaskan bahwa hingga tahun 2025 ini, sudah terdapat tujuh kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah yang telah berhasil meraih status Layak Anak. Sementara itu, enam kabupaten lainnya masih dalam tahap evaluasi.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Jika seluruh proses evaluasi berjalan lancar dan membuahkan hasil positif, maka Kalimantan Tengah akan secara resmi menyandang status sebagai Provinsi Layak Anak.

Tidak hanya berfokus pada diskusi di kantor DP3AP2KB Kota Tangerang, rombongan Komisi III DPRD Kalteng juga berkesempatan mengunjungi Kampung Jimpitan KB2, sebuah kawasan percontohan yang mengimplementasikan program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Kampung ini dikenal dengan tradisi luhur jimpitan, yaitu praktik iuran sukarela antar warga sebagai wujud gotong royong untuk membantu sesama.

Kampung Jimpitan KB2 telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ramah terhadap anak, termasuk taman bermain yang aman dan kreatif, ruang belajar pintar yang interaktif, kebun sayur produktif, griya harmoni sebagai pusat kegiatan komunitas, hingga fasilitas pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Program RBI sendiri mengintegrasikan peran aktif berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama, dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang perempuan dan anak.

Baca Juga :  Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan inspirasi yang mendalam dan membuka wawasan baru dalam upaya membangun ruang publik yang ramah anak di Kalimantan Tengah.

“Semangat gotong royong dan kepedulian antar warga di Kampung Jimpitan ini sangat luar biasa. Konsep RBI yang mengintegrasikan berbagai pihak juga sangat patut untuk kita tiru dan kembangkan di berbagai daerah di Kalimantan Tengah,” ujar Tomy Irawan Diran dengan antusias.

Komisi III DPRD Kalteng optimis bahwa hasil kunjungan kerja ini akan menjadi bahan yang sangat penting dalam memperkuat kelembagaan di tingkat daerah serta mengembangkan program RBI di Bumi Tambun Bungai.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat semakin memantapkan upaya mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai Provinsi Layak Anak dalam waktu yang tidak lama lagi. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru