Sering Lupa Apa yang Dimimpikan? Ini Kata Ahli soal Penyebabnya

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

1TULAH.COM – Mengalami mimpi saat tidur merupakan hal yang wajar bagi setiap orang, namun tidak semua individu mampu mengingat dengan jelas isi mimpi mereka setelah terbangun.

Fenomena ini ternyata berkaitan erat dengan berbagai faktor, mulai dari tahapan tidur, aktivitas otak, hingga karakteristik pribadi.

Deirdre Barret, pakar kesehatan tidur dari Harvard Medical School, menjelaskan bahwa fase tidur yang paling erat kaitannya dengan kemunculan mimpi adalah fase Rapid Eye Movement (REM).

Ketika seseorang terbangun di tengah fase REM, peluang untuk mengingat mimpi yang dialami akan jauh lebih besar.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sebaliknya, jika seseorang tidur berkelanjutan tanpa terjaga dari fase tersebut dan langsung memasuki tahap tidur berikutnya, maka kemungkinan mimpi akan terlupakan karena tidak sempat tersimpan dalam memori jangka panjang.

Meskipun otak tetap aktif selama tidur, bagian otak yang berfungsi menyimpan ingatan jangka panjang justru mengalami penurunan aktivitas.

Akibatnya, ingatan tentang mimpi hanya bertahan sekitar 30 detik setelah bangun tidur, terutama bila tidak ada jeda saat tidur berlangsung.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi kemampuan mengingat mimpi meliputi jenis kelamin dan usia.

Perempuan dilaporkan lebih sering mengingat mimpi dibandingkan laki-laki, sementara anak-anak dan remaja cenderung lebih mampu mengingat mimpi karena pola tidur mereka yang lebih ringan dan sering terbangun di malam hari.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Seiring bertambahnya usia, kemampuan ini cenderung menurun. Kepribadian seseorang juga memainkan peran, di mana individu introvert yang lebih fokus pada dunia internalnya cenderung lebih mudah mengingat mimpi daripada orang yang ekstrovert dan lebih berorientasi pada dunia luar.

Dengan begitu, walaupun mimpi merupakan bagian alami dari proses tidur, kemampuan untuk mengingatnya sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis, psikologis, dan kebiasaan tidur masing-masing individu.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru