Hadapi Kebijakan Tarif AS, Indonesia Didorong Perkuat Kerja Sama dengan BRICS

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia resmi bergabung sebagai full member BRICS (X/@BRICSinfo)

Indonesia resmi bergabung sebagai full member BRICS (X/@BRICSinfo)

1TULAH.COM-Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee menyarankan agar Indonesia meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) sebagai respons atas kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan Amerika Serikat (AS).

Langkah ini dinilai penting untuk membuka sumber pendapatan baru di tengah tantangan perdagangan global.

Dampak Tarif Impor AS dan Pentingnya Diversifikasi Mitra Dagang

Hans Kwee menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor AS dapat berdampak negatif terhadap perekonomian dan pasar keuangan Indonesia. Oleh karena itu, diversifikasi mitra dagang, khususnya dengan negara-negara BRICS, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada AS.

“Indonesia perlu memperkuat perdagangan dengan BRICS untuk mencari peluang baru setelah penerapan tarif tinggi oleh AS,” ujarnya dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga :  Ini Ciri-ciri Dehidrasi yang Harus Diwaspadai oleh Jemaah Haji

Dengan pertumbuhan ekonomi yang solid di antara negara-negara BRICS, kerja sama ini dapat menjadi alternatif untuk menjaga stabilitas ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Proyeksi Dampak Ekonomi dan Pasar Keuangan Indonesia

  • Neraca Ekspor dan Perdagangan:
    • Kebijakan tarif AS berpotensi menurunkan neraca ekspor Indonesia, sehingga mengurangi surplus neraca perdagangan.
  • Nilai Tukar Rupiah:
    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan melemah seiring dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang negara lain.
  • Pasar Saham:
    • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi mengikuti pelemahan bursa saham global.

Kebijakan Tarif Impor AS dan Dampaknya bagi Indonesia

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa kombinasi tarif universal dan timbal balik yang akan berlaku untuk berbagai negara di dunia. Indonesia termasuk dalam daftar negara yang terkena dampak, dengan tarif tambahan sebesar 32%.

Baca Juga :  Empat Tersangka Diamankan Polres Malang Kasus Perusakan dan Pengeroyokan Wisatawan

Saran dan Langkah Strategis

  • Diversifikasi Pasar:
    • Pemerintah didorong untuk segera merespons dengan strategi diversifikasi pasar dan memperkuat kerja sama dengan mitra dagang non-AS, seperti negara-negara BRICS.
  • Kerja Sama dengan BRICS:
    • Meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara BRICS sebagai alternatif untuk menjaga stabilitas ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan perdagangan global akibat kebijakan tarif impor AS, Indonesia perlu mengambil langkah strategis dengan memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara BRICS.

Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru, menjaga stabilitas ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada pasar AS. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:53 WIB

KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru