Jurnalis Banjarbaru Diduga Dibunuh Oknum TNI AL, Keluarga Tuntut Keadilan!

- Jurnalis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juwita jurnalis Newsway.co.id di Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang dibunuh oleh anggota TNI AL. (Bidik layar/Ist)

Juwita jurnalis Newsway.co.id di Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang dibunuh oleh anggota TNI AL. (Bidik layar/Ist)

1TULAH.COM-Jurnalis perempuan di Banjarbaru, Juwita, ditemukan tewas dengan dugaan pembunuhan oleh oknum anggota TNI AL. Keluarga menuntut keadilan dan proses hukum yang transparan.

Kematian Juwita, seorang jurnalis Newsway.co.id di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menggemparkan publik. Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal. Namun, keluarga korban, terutama sang kakak, Subpraja, sejak awal mencurigai bahwa kematian adiknya tidak wajar.

“Secara logika, orang awam sudah bisa menilai itu tidak mungkin kecelakaan,” ungkap Subpraja. Kecurigaan tersebut terbukti benar setelah hasil visum menunjukkan adanya luka-luka yang mengindikasikan kekerasan.

Terduga Pelaku dan Proses Hukum:

Terduga pelaku pembunuhan Juwita adalah seorang anggota TNI AL berinisial J alias Jumran, yang merupakan kekasih korban. Jumran telah ditangkap dan ditahan oleh POM AL untuk pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Komandan Detasemen Polisi Militer Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Mayor Laut Ronald Ganap, memastikan bahwa kasus ini akan diproses secara transparan. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali juga menyatakan akan memberikan sanksi tegas jika Jumran terbukti bersalah.

Tuntutan Keluarga dan AJI:

Keluarga Juwita dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Banjarmasin menuntut agar proses hukum terhadap Jumran dilakukan melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Mereka juga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Wajib hukuman mati. Itu permintaan dari pihak keluarga dan saya pribadi sebagai kakak yang merasa kehilangan,” tegas Subpraja. AJI menilai bahwa kasus ini adalah tindak pidana umum yang seharusnya diselesaikan di peradilan sipil.

Baca Juga :  Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Dugaan Pemerkosaan dan Femisida Intim:

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat dugaan bahwa Juwita diperkosa sebelum dibunuh. Dugaan ini muncul setelah ditemukannya bercak cairan yang diduga sperma pada celana korban. Komnas Perempuan menilai pembunuhan ini sebagai femisida intim, yang sering terjadi akibat relasi kuasa yang timpang. Mereka juga menekankan pentingnya menjerat pelaku dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan transparan. Ia juga meminta KSAL untuk mengevaluasi pembinaan personel agar kasus serupa tidak terulang. Transparansi dan akses publik dalam persidangan menjadi kunci untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa tekanan dari institusi tertentu. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru