Amazon Kuiper Siap Guncang Pasar Internet Satelit Indonesia, Saingi Starlink!

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amazon Kuipper, layanan penyedia internet berbasis satelit milik Amazon. [Dok. Amazon]

Amazon Kuipper, layanan penyedia internet berbasis satelit milik Amazon. [Dok. Amazon]

1TULAH.COM-Kabar gembira datang dari dunia teknologi Indonesia! Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, secara terbuka menyambut rencana investasi besar dari Amazon Kuiper, penyedia layanan internet berbasis satelit milik raksasa teknologi Amazon.

Langkah ini diprediksi akan membawa persaingan baru yang sengit di pasar internet satelit Indonesia, khususnya dengan kehadiran Starlink milik Elon Musk yang telah lebih dulu hadir.

Peluang Investasi Besar dan Persaingan Sehat

Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan membatasi pemain satelit, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kalau dari kami, tidak ada membatasi siapa pun, baik lokal maupun internasional,” ungkapnya dalam acara Buka Puasa Bersama Kementerian Komdigi di Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Meskipun izin usaha Amazon Kuiper masih dalam proses, pemerintah Indonesia menyambut baik rencana investasi mereka. “Mereka kami hargai karena memang dari awal memberitahu rencana-rencana investasi di Indonesia, dan itu saya rasa bentuk keterbukaan yang baik,” tambah Meutya.

Baca Juga :  Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

Kehadiran Amazon Kuiper diharapkan dapat menciptakan kompetisi yang sehat di pasar internet satelit Indonesia, yang saat ini didominasi oleh Starlink. “Kita perlu juga kompetisi kepada Starlink, yang saat ini merajai pasar dan cukup masif,” jelas Meutya.

Kerja Sama dengan Perusahaan Lokal

Pemerintah Indonesia juga mendorong perusahaan asing seperti Amazon Kuiper untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal. “Pada prinsipnya kami dorong mereka yang akan masuk untuk menggandeng juga perusahaan-perusahaan lokal, atau opsel (operator seluler) yang lain,” papar Meutya.

Perbedaan Teknologi dengan Satria 1

Meutya Hafid menegaskan bahwa kehadiran Amazon Kuiper tidak akan tumpang tindih dengan Satelit Republik Indonesia 1 (Satria 1). Satria 1 menggunakan teknologi Geostationary Earth Orbit (GEO), sementara Amazon Kuiper dan Starlink menggunakan Low Earth Orbit (LEO). Kedua teknologi ini memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.

Rencana Investasi Amazon Kuiper

Amazon Kuiper berencana untuk membangun enam stasiun gateway di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 20 juta Dolar AS (sekitar Rp 327 miliar) dalam lima tahun ke depan. Investasi ini menunjukkan komitmen Amazon untuk memperluas jangkauan layanan internet satelit mereka di Indonesia.

Baca Juga :  Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Dampak Positif bagi Indonesia

Kehadiran Amazon Kuiper diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Indonesia, antara lain:

  • Peningkatan akses internet: Layanan internet satelit dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional.
  • Peningkatan kualitas internet: Persaingan antara penyedia layanan internet satelit diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan dan penurunan harga.
  • Peningkatan investasi: Investasi dari Amazon Kuiper akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dengan rencana investasi Amazon Kuiper, masa depan internet satelit di Indonesia terlihat semakin cerah. Persaingan yang sehat antara pemain lokal dan internasional diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia
Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Senin, 27 April 2026 - 17:19 WIB

Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!

Senin, 27 April 2026 - 17:06 WIB

Gubernur Kaltim Sampaikan Minta Maaf dan Bakal Beli Kursi Pijat Dana Sendiri

Berita Terbaru

Olahraga

Mbappe Terancam Absen di El Clasico usai Alami Cedera Hamstring

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:31 WIB