Indonesia Menuju Pusat Industri Halal Dunia: Dari Konsumen Menjadi Produsen

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. [kaltimtoday.co]

Ilustrasi. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. [kaltimtoday.co]

1TULAH.COM-Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat industri halal global. Namun, selama ini, Indonesia lebih dikenal sebagai pasar konsumen produk halal, bukan sebagai produsen utama.

Saatnya Indonesia mengubah paradigma dan mengambil peran lebih besar dalam industri halal global.

Potensi Besar, Pemanfaatan Belum Optimal:

Indonesia memiliki potensi ekonomi halal yang sangat besar. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy Report 2022, pengeluaran konsumen Muslim global untuk produk dan layanan halal mencapai 2 triliun dolar AS pada tahun 2021, dan diperkirakan akan terus meningkat. Potensi ini didukung oleh:

  • Populasi Muslim yang besar: Dengan sekitar 230 juta penduduk Muslim, Indonesia adalah pasar konsumen halal terbesar di dunia.
  • Kapasitas industri halal yang beragam: Indonesia memiliki potensi di berbagai sektor, seperti makanan dan minuman halal, farmasi halal, kosmetik halal, keuangan Islam, dan pariwisata halal.
  • Data ekspor produk halal yang positif: Indonesia mencatatkan ekspor produk halal senilai USD 41,42 miliar, atau setara Rp673,90 triliun, untuk periode Januari hingga Oktober 2024.
Baca Juga :  Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Peran Sektor Swasta dan Pemerintah:

Miranda D.W.K., Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen halal. “Kita jangan hanya jadi negara konsumen halal terbesar di dunia, tapi ayo kita maju bersama agar Indonesia juga menjadi produsen halal yang diperhitungkan,” ujarnya.

Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk:

  • Pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
  • Pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, optimis bahwa industri halal akan menjadi salah satu pilar utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Dengan potensi besar ekosistem halal kita, saya optimis industri halal kita akan berperan penting dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2028-2029 mendatang,” ungkap Haikal Hasan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Sektor swasta, seperti Agung Sedayu Group dengan pembangunan Menara Syariah, juga berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem halal. Menara Syariah diharapkan menjadi pusat kegiatan bisnis dan investasi di industri halal, seperti penyelenggaraan Festival Ramadan yang menarik 1.400 pengunjung.

Manfaat Ekonomi dan Sosial:

Pengembangan ekonomi halal akan memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia, antara lain:

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: Ekonomi halal dapat meningkatkan PDB Indonesia sebesar USD 5,1 miliar per tahun melalui peluang ekspor dan investasi.
  • Menciptakan lapangan kerja.
  • Meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.
  • Meningkatkan Surplus neraca perdagangan produk halal Indonesia yang mencapai USD 29,09 miliar.

Dengan kerjasama dan komitmen dari semua pihak, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya bagi masyarakat Indonesia. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit
KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah
KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed
KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi
Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:09 WIB

KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Berita Terbaru