Studi Temukan Dampak Negatif Scroll TikTok Terlalu Lama pada Otak

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tiktok. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi tiktok. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Di era digital saat ini, kebiasaan menonton video pendek semakin populer di kalangan masyarakat, terutama melalui platform seperti TikTok dan Instagram Reels yang menawarkan konten menarik serta menghibur.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan menggulir layar tanpa henti dapat berdampak negatif pada fungsi otak, khususnya dalam aspek kognitif.

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Tianjin Normal University di China dan University of California, Los Angeles (UCLA) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa individu yang kecanduan video pendek tidak hanya menunjukkan perilaku kompulsif dalam menggunakan platform tersebut, tetapi juga mengalami perubahan dalam struktur otak mereka.

Kecanduan ini terjadi akibat konsumsi konten yang dipersonalisasi secara berlebihan, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Penelitian yang melibatkan pemindaian otak terhadap 112 partisipan berusia 17 hingga 30 tahun menemukan bahwa kecanduan menonton video pendek secara terus-menerus dapat mengurangi daya konsentrasi, menyebabkan kesulitan dalam belajar dan mengingat informasi, serta meningkatkan risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Fenomena ini dikenal sebagai TikTok brain atau bahkan brain rot (pembusukan otak), yang dikaitkan dengan penggunaan berlebihan platform berbasis video pendek seperti TikTok, Snapchat, Instagram, Facebook, dan X (sebelumnya Twitter).

Para peneliti yang mempublikasikan hasil studi ini dalam jurnal ilmiah NeuroImage menjelaskan bahwa kecanduan video pendek semakin menjadi masalah perilaku dan sosial yang serius.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Hal ini diperparah oleh algoritma platform yang terus menyajikan konten menarik, sehingga membuat pengguna sulit untuk berhenti menonton.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kecanduan, seperti kesulitan mengalihkan perhatian dari layar, mengabaikan aktivitas lain, atau merasa cemas ketika tidak mengakses aplikasi.

Jika tidak dikendalikan, dampak dari TikTok brain tidak hanya terbatas pada gangguan konsentrasi dan daya ingat, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.

Untuk menghindari efek negatif ini, diperlukan langkah-langkah seperti membatasi waktu penggunaan media sosial, mencari alternatif aktivitas yang lebih produktif, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya kecanduan video pendek.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru