RDP dengan DPRD Barut: Ratusan Anggota Koperasi Byna Mitra Utama Sikui, Ancam Putuskan Hubungan bersama PT AGU

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2025 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak Koperasi Byna Mitra Utama Desa Sikui menyampaikan unek-unek tentang ulah PT AGU/DSN saat RDP di DPRD Barito Utara, Jum’at, 31 Januari 2025. Foto: 1tulah.com

Pihak Koperasi Byna Mitra Utama Desa Sikui menyampaikan unek-unek tentang ulah PT AGU/DSN saat RDP di DPRD Barito Utara, Jum’at, 31 Januari 2025. Foto: 1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Kesabaran ratusan petani sawit dari anggota Koperasi Byna Mitra Utama, Desa Sikui, Teweh Baru, Barito Utara (Barut), Kalteng, tampaknya mulai habis. Mereka mengancam akan memutuskan hubungan kemitraan dengan PT Antang Ganda Utama (AGU), Jum’at, 31 Januari 2025.

Pasalnya pihak perusahaan sawit terbesar di Barut tersebut, diduga menelantarkan lahan kerja sama sawit milik anggota Koperasi Byna Mitra Utama Sikui.

Para petani juga kecewa karena lahan sawit mereka tidak diurus oleh PT AGU.

Masalah ini terungkap saat rapat dengar pendapat (RDP) antara pengurus Koperasi Byna Mitra Utama, PT AGU, DPRD Barut dan pihak terkait lainnya.

RDP persoalan para petani sawit dengan PT AGU dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Barut Taufik Nugraha.

Ketua Koperasi Byna Mitra Utama Sikui, Abdullah Rani, secara tegas menyatakan ingin putus hubungan kemitraan dengan PT AGU, karena kerja sama sejak tahun 2007 tidak menyejahterakan para petani sawit anggota koperasi tersebut dengan sistem kerja sama 70:30.

Baca Juga :  Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

“Tujuan hari ini putus hubungan kerja antara kami dengan PT AGU. Penghasilan tak sebanding dengan luas lahan. Anggota koperasi tidak merasa puas dengan hasil yang dibagikan setiap bulan,” ungkap Abdullah di hadapan anggota dewan dan manajemen PT AGU.

Sementara, Sekretaris Koperasi Byna Mitra Utama, Jokarto, menambahkan kerja sama koperasi dengan PT AGU dituangkan dalam MoU. Sedangkan soal lain-lain dituangkan dalam SPK (Surat Perjanjian Kerja).

Jokarto mengungkapkan, jumlah anggota koperasi 203 orang dengan lahan seluas 464 hektare. Kepemilikan lahan bervariasi, ada petani yang memiliki 2 hektare, 4, 6, 8 dan 10 hektare. Lahan itu milik para petani sendiri.

“Kita tanam sawit 2007/2008, sekarang umur 16 tahun. Target satu hektare menghasilkan 1,5 ton. Fakta di lapangan hasil cuma 150-200 ton. Dari hasil tersebut, petani mendapat uang rata-rata dalam se hektare hanya Rp 60 ribu-Rp 70 ribu,” ungkap Jokarto.

Kondisi kian parah, karena lahan milik petani terutang kredit, sehingga petani mesti bayar hutang setiap bulan kepada PT AGU. Hutang mencapai sekitar Rp 5.000.000.000 lebih.

Baca Juga :  Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

“Sekitar 10 kali kami RDP dengan PT AGU. Kami terbebani hutang. Di pihak lain, lahan kami tidak dirawat sehingga jalan rusak, buah busuk, dan buah dibuang,” imbuh Jokarto.

Para anggota dewan, seperti Gun Sriwitanto, Suhendra, Parmana Setiawan, Edi Fran Aji, dan Nety Herawati, usai mendengarkan paparan ketua dan sekretaris Koperasi Byna Mitra Utama, kontan mempertanyakan komitmen dan niat PT AGU melanjutkan kerja sama.

“Saya ingin menekankan, kalau tidak bisa ada lanjutan, kira-kira PT AGU masih mau bermitra. Kalau masih mau, kenapa tidak diurus. AGU sudah puluhan tahun, kenapa koperasi disia-siakan. Sistem 70:30 tidak ada ceritanya rugi. Bos sawit di Jakarta, triliunan duitnya, ” ujar Gun.

Manajemen PT AGU pun merespons dan menyatakan niatnya tetap melanjutkan kerja sama dengan Koperasi Byna Mitra Utama.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Cegah Karhutla, H. Nurul Anwar Imbau Masyarakat Barito Utara Lebih Waspada
Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Paripurna II DPRD Barut Bahas Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun 2026
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Musim Kemarau Tiba, DPRD Barut Minta Warga Hindari Pembakaran Lahan
Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Paripurna II DPRD Barut Bahas Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Musim Kemarau Tiba, DPRD Barut Minta Warga Hindari Pembakaran Lahan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Berita Terbaru