OCCRP Beberkan Metode di Balik Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Terkorup bersama 4 Tokoh Dunia Lainnya

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. [Tangkapan layar]

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. [Tangkapan layar]

1TULAH.COM-Media sosial belakangan dihebohkan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang masuk nominasi tokoh dunia terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Selain Jokowi, ada 4 tokoh lain yang masuk daftar finalis orang terkorup di dunia. Mereka adalah Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, serta Pengusaha India Gautam Adani.

Sementara tokoh paling korup dinobatkan pada mantan penguasa Rezim Suriah Bashar Al-Assad.

Soal masuknya Jokowi ke nominasi OCCRP, para pendukungnya menyebut penetapan tersebut dilakukan secara voting dan manipulatif. Hal ini salah satunya diungkap oleh Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel.

Organisasi Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) baru-baru ini membantah tudingan bahwa penentuan nominasi tokoh korup dilakukan melalui voting. Dalam sebuah pernyataan melalui akun X mereka, OCCRP menegaskan bahwa proses seleksi nominasi melibatkan proses yang lebih kompleks dan mendalam.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

“Nominasi bukan ditentukan lewat voting. Juri kami meninjau (riset) semua nominasi, tetapi keputusan akhir ada di tangan para juri. Ini bukan kontes popularitas,” tulis OCCRP.

Fokus pada Dampak Global Korupsi

OCCRP menjelaskan bahwa dalam menentukan nominasi, mereka tidak hanya melihat pada tindakan korupsi individu, namun juga mempertimbangkan dampak global dari tindakan tersebut.

“Tahun ini, para juri memilih Bashar al-Assad, dengan alasan kekacauan dan kehancuran lintas perbatasan selama beberapa generasi yang disebabkan oleh rezimnya di Timur Tengah,” imbuh OCCRP.

Hal ini menunjukkan bahwa OCCRP memiliki pendekatan yang komprehensif dalam menilai setiap nominasi, dengan fokus pada dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan negara.

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Penerimaan Uang Eks Pejabat Bea Cukai Soal Importasi

Proses Seleksi yang Rigor

OCCRP juga menegaskan bahwa proses seleksi nominasi dilakukan secara ketat dan melibatkan para ahli di bidangnya.

“Kami menyelidiki korupsi, kejahatan, dan dampaknya terhadap kehidupan dan demokrasi,” tulis akun OCCRP.

Organisasi ini memiliki pengalaman luas dalam melakukan investigasi mendalam terhadap kasus-kasus korupsi di seluruh dunia. Jurnalis OCCRP bekerja sama dengan berbagai sumber untuk mengungkap jaringan korupsi yang kompleks dan melacak aliran uang secara global.

Klarifikasi dari OCCRP ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses seleksi nominasi tokoh korup. Dengan menekankan pada proses yang transparan dan berbasis bukti, OCCRP berusaha untuk menjaga kredibilitas dan objektivitas dalam penilaian mereka. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:50 WIB

PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:53 WIB

KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru

Foto Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Merry Rukaini

DPRD BARUT

Ketua DPRD Barito Utara Ikut Hadiri Kunjungan Pemkab ke KPK RI

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB