Tragedi Mengerikan di Penghujung Tahun 2024: Pesawat Jeju Air Terbakar, 122 Jiwa Melayang

- Jurnalis

Minggu, 29 Desember 2024 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di luar landasan pacu Bandara Internasional Muan, Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). [ANTARA FOTO/ REUTERS/Kim Hong-Ji/Spt]

Petugas melakukan operasi penyelamatan setelah pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di luar landasan pacu Bandara Internasional Muan, Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). [ANTARA FOTO/ REUTERS/Kim Hong-Ji/Spt]

1TULAH.COM-Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan, menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan. Lebih dari 100 penumpang dan awak tewas dalam insiden tragis ini.

Dunia penerbangan kembali berduka. Sebuah tragedi udara yang mengerikan terjadi di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024).

Pesawat penumpang Jeju Air yang baru saja mendarat mengalami kecelakaan fatal hingga menyebabkan kebakaran hebat. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 122 orang dari total 181 penumpang dan awak pesawat.

Kronologi Kejadian

Pesawat Jeju Air, yang baru saja kembali dari Bangkok, Thailand, dilaporkan mengalami masalah pada roda pendaratan saat akan mendarat di Bandara Muan. Pesawat kemudian keluar dari landasan pacu, menabrak pagar, dan terbakar hebat. Rekaman video menunjukkan pesawat tergelincir di landasan pacu, dilapisi api dan puing-puing.

Upaya Penyelamatan dan Korban Jiwa

Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian, namun upaya pemadaman api dan evakuasi korban terkendala oleh kondisi pesawat yang sudah sangat parah. Meskipun demikian, beberapa penumpang berhasil diselamatkan dari bagian belakang pesawat yang masih utuh. Namun, sebagian besar penumpang dan awak pesawat menjadi korban dalam peristiwa tragis ini.

Baca Juga :  KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Penyebab Kecelakaan

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan antara lain:

  • Kegagalan Sistem Pendaratan: Diduga kuat adanya kegagalan pada sistem roda pendaratan yang menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat dengan mulus.
  • Kesalahan Pilot: Kemungkinan adanya kesalahan pilot dalam penanganan darurat juga menjadi fokus penyelidikan.
  • Kondisi Cuaca: Cuaca buruk di sekitar bandara saat kejadian tidak dapat dikesampingkan sebagai faktor penyebab.
  • Faktor Teknis Lainnya: Tim investigasi akan memeriksa secara menyeluruh kondisi pesawat, termasuk mesin dan sistem avionik, untuk mencari kemungkinan adanya kerusakan atau malfungsi.

Dampak Tragedi

Kecelakaan pesawat Jeju Air ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, masyarakat Korea Selatan, dan dunia penerbangan. Pemerintah Korea Selatan telah menyatakan duka cita yang mendalam dan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten

Tragedi ini juga menjadi pukulan besar bagi maskapai Jeju Air dan industri penerbangan Korea Selatan. Reputasi maskapai akan tercoreng dan kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan bisa menurun.

Langkah-langkah Selanjutnya

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Peningkatan Standar Keselamatan: Seluruh maskapai penerbangan harus terus meningkatkan standar keselamatan penerbangan, termasuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap pesawat dan pelatihan bagi pilot.
  • Penguatan Pengawasan: Regulator penerbangan perlu memperketat pengawasan terhadap seluruh aspek penerbangan, mulai dari perawatan pesawat hingga operasi penerbangan.
  • Investigasi Mendalam: Penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat Jeju Air harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab sebenarnya dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kecelakaan pesawat Jeju Air merupakan tragedi yang menyedihkan dan menjadi pengingat penting tentang pentingnya keselamatan penerbangan. Semua pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak terulang kembali di masa depan. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Berita Terbaru