Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/nym)

Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/nym)

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia dan Mesir resmi sepakat untuk memperluas serta memperdalam kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Komitmen strategis ini mencakup penambahan kuota beasiswa, program pertukaran mahasiswa, kemitraan riset antarperguruan tinggi, hingga peluang hadirnya dosen serta lembaga pendidikan Mesir di Indonesia.

Kesepakatan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tawaran pemerintah Mesir yang memberikan alokasi beasiswa tambahan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia, khususnya pada disiplin ilmu strategis.

“Kami terima kasih, apresiasi tawaran Mesir untuk memberi tambahan beasiswa khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan sains,” ujar Presiden Prabowo.

Hubungan Historis dan Peran Strategis Universitas Al-Azhar

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa jalinan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir bukanlah hal baru, melainkan telah mengakar kuat selama bertahun-tahun. Hubungan historis ini tercermin dari besarnya antusiasme generasi muda Indonesia yang menempuh studi di Mesir.

Baca Juga :  Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Salah satu pilar utama dari hubungan tersebut adalah Universitas Al-Azhar di Kairo. Selain menjadi tujuan favorit ribuan mahasiswa Indonesia, Al-Azhar juga menunjukkan komitmen budaya yang kuat dengan menyelenggarakan program pengajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia.

Guna memperkuat sinergi ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kolaborasi pendidikan harus dibangun secara dua arah (two-way partnership).

Peluang Kerja Sama Dua Arah:

“Kita juga ingin bahwa pendidikan pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia ke Mesir ditingkatkan, tapi juga kita mengundang lembaga-lembaga pendidikan dari Mesir untuk hadir di Indonesia dengan juga mengirim dosen-dosen dan tenaga-tenaga pendidik ke Indonesia,” tegas Prabowo.

Mesir Siap Sambut Ribuan Mahasiswa Indonesia

Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyambut hangat penguatan kemitraan ini. Ia menilai sektor pendidikan dan kebudayaan merupakan jembatan diplomasi penting yang mempererat hubungan persaudaraan serta saling paham antara masyarakat kedua negara.

Baca Juga :  DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Penahanan Ijazah Resmi Dilarang!

Presiden el-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk terus membuka pintu lebar-lebar bagi para pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu di perguruan tinggi terkemuka Mesir.

“Kemudian kami juga untuk bisa, Mesir siap selalu menyambut ribuan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Al-Azhar dan di universitas lain di Mesir,” tutur el-Sisi.

Melalui kemitraan yang kian solid ini, kedua negara optimistis dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang sains, kedokteran, teknik, hingga studi keagamaan, sekaligus memperkokoh hubungan diplomatik Indonesia dan Mesir di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB