1TULAH.COM-Genap dua tahun berjalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah riset terbaru memotret persepsi publik dan evaluasi dari kalangan ahli.
Hasil survei yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengungkap angka mengejutkan terkait tingkat stres masyarakat hingga penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan nasional.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memaparkan bahwa mayoritas responden mengaku mengalami tekanan mental akibat deretan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kami coba menanyakan terkait dengan perasaan stres terhadap kebijakan pemerintah. Dari 1.122 responden, jawabannya, 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” tegas Bhima dalam acara Peluncuran Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran yang digelar secara virtual pada Minggu (11/10/2026).
3 Tiga Faktor Utama Pemicu Stres Masyarakat
Berdasarkan temuan riset tersebut, ada tiga isu krusial yang paling membayangi kehidupan harian masyarakat dan menjadi pemantik utama munculnya stres massal, yaitu:
-
Lonjakan Harga Bahan Pokok: Ketidakstabilan harga pangan yang kian menjepit daya beli warga.
-
Krisis Lapangan Kerja: Sulitnya mendapat pekerjaan yang layak di tengah dinamika ekonomi nasional.
-
Penegakan Hukum: Kinerja dan kepastian hukum yang dinilai belum memenuhi rasa keadilan publik.
Sorotan Publik terhadap Kondisi Fisik dan Mental Presiden
Selain mengukur dampak kebijakan, survei CELIOS juga menjaring pandangan masyarakat mengenai kesiapan fisik dan mental Presiden Prabowo dalam menjalankan roda kepemimpinan negara.
Hasilnya menunjukkan optimisme publik yang cenderung rendah:
-
38% responden menilai kondisi fisik dan mental Presiden berada dalam kategori kurang baik.
-
23% responden menganggap kondisi tersebut tidak baik sama sekali.
-
Hanya 8% responden yang menilai kondisi fisik dan mental Presiden sangat baik untuk memimpin negara.
Penilaian Ahli: Kapasitas Kepemimpinan dan Komunikasi Publik Disorot
Tidak hanya merekam suara publik secara umum, CELIOS turut melibatkan 129 ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mengevaluasi kapasitas kepemimpinan serta gaya komunikasi politik Prabowo Subianto.
Rapor Mayoritas Ahli:
Sebanyak 71 persen ahli menilai kapasitas kepemimpinan Presiden tidak memadai untuk mengelola dinamika pemerintahan.
Kekhawatiran yang jauh lebih besar terlihat saat para ahli mengevaluasi gaya kepemimpinan dan cara komunikasi publik orang nomor satu di Indonesia tersebut:
-
83% ahli menyatakan rasa sangat khawatir.
-
10% ahli mengaku khawatir.
Jika diakumulasikan, terdapat 93 persen ahli yang memendam kekhawatiran tinggi terhadap gaya kepemimpinan dan narasi komunikasi publik yang ditampilkan ke hadapan masyarakat. Temuan ini menjadi Rapor Merah yang mempertegas pentingnya evaluasi mendasar pada kebijakan ekonomi, penegakan hukum, hingga strategi komunikasi istana ke depannya. (Sumber:Suara.com)

![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)









![Mekanisme gaji PNS jadi sorotan usai Menteri Koperasi mengungkapkan wacana penggajian via koperasi [SUARA.COM/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/gaji-koperasi-225x129.jpg)












![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

