Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto. (foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

1TULAH.COM-Genap dua tahun berjalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah riset terbaru memotret persepsi publik dan evaluasi dari kalangan ahli.

Hasil survei yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengungkap angka mengejutkan terkait tingkat stres masyarakat hingga penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan nasional.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memaparkan bahwa mayoritas responden mengaku mengalami tekanan mental akibat deretan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kami coba menanyakan terkait dengan perasaan stres terhadap kebijakan pemerintah. Dari 1.122 responden, jawabannya, 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” tegas Bhima dalam acara Peluncuran Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran yang digelar secara virtual pada Minggu (11/10/2026).

3 Tiga Faktor Utama Pemicu Stres Masyarakat

Berdasarkan temuan riset tersebut, ada tiga isu krusial yang paling membayangi kehidupan harian masyarakat dan menjadi pemantik utama munculnya stres massal, yaitu:

  1. Lonjakan Harga Bahan Pokok: Ketidakstabilan harga pangan yang kian menjepit daya beli warga.

  2. Krisis Lapangan Kerja: Sulitnya mendapat pekerjaan yang layak di tengah dinamika ekonomi nasional.

  3. Penegakan Hukum: Kinerja dan kepastian hukum yang dinilai belum memenuhi rasa keadilan publik.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari

Sorotan Publik terhadap Kondisi Fisik dan Mental Presiden

Selain mengukur dampak kebijakan, survei CELIOS juga menjaring pandangan masyarakat mengenai kesiapan fisik dan mental Presiden Prabowo dalam menjalankan roda kepemimpinan negara.

Hasilnya menunjukkan optimisme publik yang cenderung rendah:

  • 38% responden menilai kondisi fisik dan mental Presiden berada dalam kategori kurang baik.

  • 23% responden menganggap kondisi tersebut tidak baik sama sekali.

  • Hanya 8% responden yang menilai kondisi fisik dan mental Presiden sangat baik untuk memimpin negara.

Baca Juga :  Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca

Penilaian Ahli: Kapasitas Kepemimpinan dan Komunikasi Publik Disorot

Tidak hanya merekam suara publik secara umum, CELIOS turut melibatkan 129 ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mengevaluasi kapasitas kepemimpinan serta gaya komunikasi politik Prabowo Subianto.

Rapor Mayoritas Ahli:

Sebanyak 71 persen ahli menilai kapasitas kepemimpinan Presiden tidak memadai untuk mengelola dinamika pemerintahan.

Kekhawatiran yang jauh lebih besar terlihat saat para ahli mengevaluasi gaya kepemimpinan dan cara komunikasi publik orang nomor satu di Indonesia tersebut:

  • 83% ahli menyatakan rasa sangat khawatir.

  • 10% ahli mengaku khawatir.

Jika diakumulasikan, terdapat 93 persen ahli yang memendam kekhawatiran tinggi terhadap gaya kepemimpinan dan narasi komunikasi publik yang ditampilkan ke hadapan masyarakat. Temuan ini menjadi Rapor Merah yang mempertegas pentingnya evaluasi mendasar pada kebijakan ekonomi, penegakan hukum, hingga strategi komunikasi istana ke depannya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Berita Terbaru