Masa Aksi Lepaskan Balon PPN: Sebagai Ikon Derita Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi pelepasan balon dilakukan demonstran dari BEM SI saat protes penaikan PPN 12 persen

Aksi pelepasan balon dilakukan demonstran dari BEM SI saat protes penaikan PPN 12 persen

1TULAH.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) lakukan penerbangan balon yang bertuliskan ‘PPN’ sebagai simbol kenaikan pajak pertambahan nilai 12%. Didasarkan pada pantauan, balon bertuliskan PPN itu diibaratkan sebagai kenaikan pajak yang nilainya dianggap sangat tinggi oleh pihak yang menerbangkan, kemudian balon itu dilepaskan dan terbang menjulang tinggi ke langit.

“Ya, teman-teman, balon ini menjadi ikon bahwasanya dia akan terbang pergi meninggalkan nasib-nasib ataupun derita rakyat,” ucap salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).

Tak hanya itu, mereka juga dengan kompak menyanyikan sebuah lagu simbolis sambil melihat balon ini terbang menuju langit yang tinggi. Lirik lagu tersebut memiliki makna satire untuk menyindir pemerintah terkait kenaikan PPN 12%.

Baca Juga :  Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

“Naik, naik, pajakku naik, tinggi-tinggi sekali, kiri, kanan kulihat saja, banyak rakyat sengsara, kiri kanan kulihat saja, banyak rakyat nestapa,” seru semua peserta secara bersamaan.

Aksi mahasiswa ini menerima perhatian dari masyarakat yang menyaksikan langsung pelepasan balon yang bertuliskan “PPN” tersebut. Tak sedikit dari mereka yang turut turut bernyanyi bersama sambil memberikan tepuk tangan yang meriah. Diketahui sebelumnya, BEM SI ikut berunjuk rasa dalam aksi penolakan kebijakan PPN 12%. Mereka hadir sekira jam 16.19 WIB dengan memakai almamater dari universitas masing-masing dan membawa bendera identitasnya. Tak hanya itu, mereka juga serempak menyanyikan mars ‘Buruh Tani’ untuk mengobarkan semangat peserta unjuk rasa. Mahasiswa yang hadir tersebut berasal dari sejumlah kampus di sekitaran Jabodetabek, seperti Universitas Negeri Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dewantara, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU), Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Bojongsari.

Baca Juga :  Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru