Cegah Flu Babi Jelang Natal, Pemprov Batasi Daging Babi Masuk

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi babi. (sumber: PIxabay)

Ilustrasi babi. (sumber: PIxabay)

1TULAH.COM – Pemerintah Provinsi Papua membatasi daging babi yang akan masuk ke bumi cenderawasih. Hal tersebut dilakukan untuk memberantas virus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika.

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Ramses Limbong menyebut jika saat ini ditemukan ada babi yang terpapar, maka harus segera dimusnahkan untuk mengurangi dampak terhadap kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Kami berharap tim Satgas ASF yang telah dibentuk oleh Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dapat bekerja efektif sehingga virus ASF tidak menyebar lebih luas di Papua,” kata Ramses di Jayapura, Sabtu (21/12/2024).

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Kasus ASF pertama kali ditemukan di Papua pada tahun 2021 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan saat ini masih menular dengan kasus terbaru dilaporkan di Nabire, Papua Tengah.

Sahat Panggabean, Kepala Badan Karantina Indonesia menuturkan pihaknya berkomitmen untuk membentuk tim satuan tugas atau satgas pencegahan, pengendalian dan penanganan African Swine Fever (ASF) di seluruh Pulau Papua.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

“Tim Satgas Pencegahan ASF di Tanah Papua melibatkan 12 institusi, termasuk TNI/Polri,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya mengakui hingga saat ini belum ada vaksin untuk ASF, meski sudah tersedia serum tetapi tingkat efektivitas masih di bawah 50 persen.

“Sehingga pembentukan satgas ini merupakan upaya kami untuk melakukan upaya pencegahan ASF meluas di Papua,” katanya.

 

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Berita Terbaru