Bendungan Sepaku Semoi: Proyek Ambisius Hadapi Tantangan Elevasi, IKN Terancam Krisis Air?

- Jurnalis

Kamis, 5 Desember 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendungan Sepaku Semoi. [Ist]

Bendungan Sepaku Semoi. [Ist]

1TULAH.COM-Bendungan Sepaku Semoi, proyek infrastruktur pertama dan terbesar di Ibu Kota Nusantara (IKN), tengah menghadapi kendala serius dalam memenuhi kebutuhan air baku.

Meskipun telah menelan biaya sebesar Rp 836 miliar dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Juni 2024, bendungan ini belum mampu menyalurkan air secara optimal ke kawasan IKN.

Tantangan Elevasi Jadi Kendala Utama

Menurut penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kendala utama terletak pada perbedaan elevasi antara bendungan dan kawasan IKN. Bendungan Sepaku Semoi yang berada di posisi lebih rendah membuat proses pemompaan air menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Baca Juga :  Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

“Elevasi lokasi IKN yang lebih tinggi dibanding sumber air menimbulkan tantangan teknis besar,” ujar Nicco Plamonia, peneliti dari BRIN.

Implikasi bagi IKN

Kondisi ini tentu saja menjadi perhatian serius bagi pengembangan IKN. Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor krusial dalam menunjang kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi di suatu kawasan. Jika masalah ini tidak segera diatasi, maka IKN berpotensi mengalami krisis air di masa depan.

Solusi yang Perlu Diketahui

Beberapa solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain:

  • Peningkatan kapasitas pompa: Memasang pompa dengan kapasitas yang lebih besar dan efisien untuk mengatasi perbedaan elevasi.
  • Pembangunan jaringan pipa yang lebih optimal: Mendesain jaringan pipa yang dapat memaksimalkan tekanan air dan mengurangi kehilangan air selama distribusi.
  • Pemanfaatan teknologi terbaru: Mengadopsi teknologi pengolahan air yang lebih canggih dan hemat energi.
  • Pencarian sumber air alternatif: Mengeksplorasi potensi sumber air lainnya, seperti air tanah atau air permukaan, untuk memenuhi kebutuhan air IKN.
Baca Juga :  Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Masalah pada Bendungan Sepaku Semoi menjadi pengingat bahwa pembangunan IKN tidak semudah yang dibayangkan. Selain masalah teknis, ada banyak tantangan lain yang harus dihadapi, seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri
DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit
Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak
Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027
Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG
Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret
Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:22 WIB

DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng

Berita Terbaru