Perkuat Dana Abadi, Pesantren Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Syariah

- Jurnalis

Rabu, 6 November 2024 - 05:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Dana Abadi Pesantren: Fondasi Kemandirian Pesantren, yang diadakan secara hybrid menghadirkan tokoh-tokoh penting dari lintas sektor yang berkomitmen memperkuat peran ekonomi pesantren di Indonesia.

Diskusi Dana Abadi Pesantren: Fondasi Kemandirian Pesantren, yang diadakan secara hybrid menghadirkan tokoh-tokoh penting dari lintas sektor yang berkomitmen memperkuat peran ekonomi pesantren di Indonesia.

1TULAH.COM– sebuah diskusi hybrid yang diselenggarakan oleh Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), para tokoh penting dari berbagai sektor sepakat bahwa dana abadi pesantren memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren di Indonesia.

Acara yang menghadirkan pembicara utama seperti Dr. Robert E Sudarwan, Fatin Fadhilah Hasib, dan keynote speaker Anas Nasihin, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), ini membahas secara mendalam mengenai langkah-langkah strategis untuk mengembangkan dana abadi pesantren.

Anas Nasihin dalam sambutannya menyoroti pentingnya meningkatkan status Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menjadi direktorat jenderal. Menurutnya, langkah ini akan memberikan kekuatan kelembagaan yang lebih solid bagi pesantren dalam mengakses kebijakan, anggaran, dan program pemerintah.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

“Dengan adanya Dirjen khusus, pesantren akan memiliki basis kelembagaan yang lebih kuat dan akses lebih luas terhadap kebijakan strategis,” tegas Anas, Selasa (5/11/2024).

Selain itu, Anas juga menekankan pentingnya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pesantren, terutama dalam pengelolaan wakaf. Ia melihat potensi besar wakaf untuk menjadi sumber dana abadi yang berkelanjutan bagi pesantren.

“Wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian pesantren, dan dengan SDM yang terampil, pengelolaan dana wakaf bisa lebih optimal sebagai sumber daya jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Senada dengan Anas, Robert E Sudarwan menjelaskan bahwa dana abadi pesantren akan menjadi fondasi ekonomi yang kuat bagi pesantren untuk berkembang secara mandiri. Sementara itu, Ning Fatin melihat potensi besar pesantren untuk menjadi pusat ekosistem bisnis syariah dengan dukungan dana abadi.

Diskusi ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam memperkuat dana abadi pesantren. Dengan pengelolaan yang baik, dana abadi diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru