Jemaat Katolik Mulai Padatai Stadion GBK Jelang Misa Akbar Paus Fransiskus

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan yang membawa pemimpin Takhta Suci Vatikan Sri Paus Fransiskus tiba di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024) (sumber: suara.com)

Kendaraan yang membawa pemimpin Takhta Suci Vatikan Sri Paus Fransiskus tiba di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024) (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Jemaat Katolik mulai memadati kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2024). Jemaat tampak antusias datang ke lokasi lebih awal.

Berdasarkan pantauan, para jemaat sudah memenuhi pintu masuk GBK, tepatnya di gerbang pemuda. Tampak mereka mengenakan atribut yang bernuansa Paus Fransiskus atau Vatikan.

Mayoritas para jemaat mengenakan baju seragam dengan sesama anggota paroki atau gerejanya masing-masing.

Untuk dapat masuk ke bagian dalam stadion, terdapat sejumlah pemeriksaan. Para jemaat yang datang dilarang membawa sejumlah jenis barang seperti senjata tajam, botol plastik, rokok, hingga korek api.

Lalu, dilakukan juga pemeriksaan tubuh atau body checking oleh panitia. Di sekeliling stadion terdapat banyak stan makanan yang didirikan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Antrean juga tampak mengular di tiap stan yang menjajakan berbagai jenis kuliner.

Sementara, pintu masuk terlihat juga antrean jemaat sudah cukup panjang. Panitia tampak terus berupaya mempercepat proses jalannya antrean jemaat.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Di bagian dalam, hampir seluruh kursi sudah terisi penuh. Dari kejauhan pemandangannya tampak warna warni yang beraturan sebab para tempat duduk jemaat berdekatan dengan sesama paroki.

Panggung utama terlihat sudah memulai berbagai acara pembuka seperti khotbah dari para uskup, nyanyian, hingga doa.

Salah seorang jemaat yang mengikuti misa akbar ini, Revina (29) mengaku tak sabar ingin melihat Paus Fransiskus naik ke atas panggung.

“Ini momen bersejarah ya. Mungkin momen ini nggak keulang lagi seumur hidup. Makanya pengen banget,” ujarnya.

Diketahui, kedatangan Paus Fransiskus merupakan bagian dari perjalanan apostolik ke sejumlah negara, yaitu ke Port Moresby di Papua Nugini dan Vanimo dari 6-9 September 2024, Dili Timor Leste dari 9-11 September 2024 dan Singapura pada 11-13 September 2024.

Baca Juga :  Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Sementara Indonesia akan menjadi negara paling lama yang dikunjungi Paus dalam perjalanan ini. Paus tiba di Tanah Air pada tanggal 3 September 2024 siang.

Kemudian, keesokan harinya pada 4 September 2024, pemimpin umat Katolik tersebut bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Lalu, pada 5 September 2024, Paus Fransiskus menghadiri pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta, dilanjutkan pertemuan dengan penerima manfaat organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Terakhir, ia akan memimpin misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 84 ribu jemaat katolik dari seluruh wilayah di Indonesia.

Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Papua Nugini pada keesokan harinya, 6 September. Ia akan berangkat dari Ibu Kota menuju Port Moresby sekitar pukul 09.45 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru