1TULAH.COM – Pavel Durov, CEO Telegram, dibebaskan dengan syarat setelah didakwa oleh jaksa Prancis.
Durov menghadapi tuduhan terkait keterlibatan dalam distribusi konten ilegal melalui aplikasi Telegram, termasuk pornografi anak, obat-obatan terlarang, dan perangkat lunak peretasan.
Selain itu, ia juga didakwa karena menolak berkooperasi dalam penyelidikan aktivitas ilegal di platform tersebut.
Durov ditangkap di Paris pada malam Sabtu, 24 Agustus 2024, dan dibebaskan setelah membayar uang jaminan sebesar 5 juta euro, atau sekitar Rp 85,7 juta.
Sebagai syarat pembebasan, Durov harus tetap berada di Prancis selama masa pengawasan peradilan dan melaporkan diri ke kantor polisi dua kali seminggu sampai penyelidikan selesai.
Proses penyelidikan ini diperkirakan akan memakan waktu lama, dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun, yang berarti Durov harus menyesuaikan jadwal kerjanya dan tinggal di Prancis.
Dalam tanggapannya, Telegram menyebut penangkapan Durov sebagai tindakan yang ‘absurd’. Perusahaan berpendapat bahwa Durov tidak seharusnya bertanggung jawab atas tindakan pengguna di platform Telegram, dan menganggap penangkapan ini sebagai langkah yang tidak adil terhadap pendirinya.
Penulis : Laili R

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)


















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



