Komunitas Transgender yang Bikin Kontes Kecantikan Belum Lunaskan Biaya Sewa

- Jurnalis

Kamis, 8 Agustus 2024 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Transgender (sumber: suara.com)

Ilustrasi Transgender (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Director Of Sales Hotel Orchardz Achmad Gandy mengaku merasa dirugikan secara materil atas terselenggaranya ajang kontes kecantikan transgender di Hotel Orchardz, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (4/8/2024) lalu.

Sebab, komunitas yang mengadakan acara tersebut belum membayar lunas aula yang disewa.

“Kami pihak hotel dirugikan banget. Event mereka saja ini belum bayar lunas,” ujar Achmad kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).

Achmad Gandy menyebutkan, awalnya komunitas itu menyewa hotel dengan tujuan gala dinner. Manajemen pun memberikan izin karena dianggap sebagai acara biasa.

“Mereka itu mengganggap acara biasa saja, karema mereka meluangkan ekspresinya saja. Dan mereka pakai orcard itu menggunakan nama gala diner,” jelasnya.

Ketika datang, manajemen juga tak curiga sebab para tamu menggunakan pakaian lelaki pada umumnya. Acara pun juga dimulai dengan dangdutan bersama.

“Mereka bilang bahwa kita hanya acara gala dinner dan lain-lain. Ketika booking pada hari kegiatannya yang kebtulan saya tidak ada di lokasi karena di luar kota. Saya sempat telepon anak buah saya, katanya lagi pada dangdutan,” tuturnya.

Tetapi, seiring berjalannya waktu, acara itu tiba-tiba berubah menjadi kontes kecantikan. Ia mengaku tak diberitahukan soal ini. Bahkan, pintu masuk dijaga dan pihak hotel tak diperbolehkan masuk selama acara.

Baca Juga :  Mengapa Mitigasi Bencana Adalah Tanggung Jawab Negara, Bukan Sekadar Pasrah pada Takdir

“Yang jadi masalah adalah ketika dibilang gala dinner mereka kontes acara dan itu tanpa pelaporan ke kami. Kami pun kecolongan. Dan pada saat acara itu di jaga oleh mereka dan yang masuk harus pakai gelang komunitas mereka,” tuturnya.

Sampai akhirnya, berita soal kontes kecantikan itu beredar di media sosial dan membuat geger masyarakat. Ia mengaku kecolongan dan menyesalkan acara dari komunitas tersebut.

“Kita dari hotel sebenarnya korban dari peristiwa ini. Kenapa kita korban karena kemarin kita juga sudah di BAP di kepolisian dan mereka mengaku di depan kepolisian,” jelasnya.

“Kalau kita tahu acaranya seperti itu pasti kita larang. Ya tidak mungkinlah istilahnya kita cari penyakit dengan terima agenda seperti itu. Apalagi kita kerap terima event kementrian, keagamaan,” tambahnya memungkasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menjatuhkan sanksi berupa teguran kepada manajemen Hotel Orchardz, Jakarta Pusat sebab menjadi tempat terselenggaranya ajang kontes kecantikan yang diikuti oleh para transgender. Pihak manajemen dianggap melakukan pelanggaran berupa kelalaian yang berujung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pengawasan Industri Pariwisata Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Pusat, Budi Suryawan. Pihak Pemkot sudah melakukan rapat koordinasi bersama dengan kepolisian dan pihak terkait untuk membahas soal kegiatan yang menuai polemik ini.

Budi menyebutkan, pihak hotel tak memberi tahu dan meminta izin untuk menggelar kegiatan keramaian di hotel itu. Karena itu, nantinya ia akan membuat surat teguran untuk pihak manajemen.

“Untuk perizinan ini kami memang sudah kita interview untuk pihak hotelnya. Dia mengaku bersalah. Mungkin nanti kita akan membuat surat teguran,” ujar Budi di Balai Kota Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024).

Karena sanksinya hanya berupa teguran, Hotel Orchardz disebutnya akan tetap beroperasi seperti biasa. Sebelum mengeluarkan surat teguran, Budi mengaku bakal berkoordinasi lebih dahulu dengan Disparekraf DKI.

“Sesuai dengan Pergub 18 Tahun 2018 itu tidak ada penutupan karena itu hanya kesalahan (administrasi). Jadi kita cuma teguran tertulis saja nanti, tapi yang mengeluarkan teguran tertulis juga dari Dinas (Pemprov Jakarta), kami dari Sudin cuma merekomendasikan ke Dinas,” ucap Budi.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027
Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil
Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara
Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Selasa, 15 September 2026 - 14:07 WIB

Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Berita Terbaru