Siswa SMK PGRI Jakarta Ditangkap Polisi Usai Lukai Siswa Lain dengan Penggaris Besi

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Seorang pelajar SMK PGRI Jakarta berinisial GP (17) ditangkap oleh Polsek Kalideres karena melakukan penganiayaan terhadap korban RA menggunakan penggaris besi yang dimodifikasi seperti senjata tajam.

Kejadian ini terjadi di Jalan Tanjung Pura 2, RT 03/04, Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin, 5 Agustus 2024.

Dalam rekaman video berdurasi 3 menit 59 detik, terlihat pelajar tersebut membacok korban yang mengendarai sepeda motor dengan penggaris besi. Sabetan tersebut mengenai jari tangan RA, menyebabkan luka.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Kapolsek Kalideres, Kompol Abdul Jana, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi mengenai bentrokan pelajar, polisi segera mencari pelaku penganiayaan.

Korban, yang pulang sekolah berbonceng tiga, berpapasan dengan segerombolan pelajar SMK PGRI yang juga mengendarai motor.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Salah satu pelajar dari gerombolan itu menyabet penggaris besi, melukai jari tangan korban.

Usai aksi, pelaku berhasil kabur, sementara beberapa pelajar SMK PGRI diamankan oleh warga.

Pada 6 Agustus 2024, Tim Reskrim Polsek Kalideres menangkap pelaku bersama barang bukti penggaris besi yang digunakan. Pelaku dan barang bukti kini berada di Polsek Kalideres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru