Sah! Muhammdiyah Resmi Jadi Bos Tambang, Ini Jenis Serta Lokasinya

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kiri) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) saat memberi keterangan pada wartawan (sumber: suara.com)

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kiri) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) saat memberi keterangan pada wartawan (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akhirnya secara resmi menyatakan untuk menerima konsesi izin pertambangan yang ditawarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas mana wilayah tambang yang akan dikelola Muhammadiyah?

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti memang belum mengukap secara detail tambang apa atau dimana yang akan dikelola oleh Muhammadiyah nantinya. Tetapi sejauh ini kemungkinan besar pihaknya akan mengelola tambang batu bara.

“Memang itu [batu bara] sementara yang kami terima. Dari peraturan pemerintahnya juga menyebut gitu, Peraturan Pemerintah 25/2024 juga menyebut itu,” ujar Mu’ti seusai konsolidasi nasional di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Minggu (28/7/2024).

Walau demikian, Mu’ti bilang masih akan menunggu instruksi resmi dari pemerintah. Pembicaraan dengan Presiden dan menteri terkait pun akan dilakukan dalam beberapa waktu yang akan datang.

Baca Juga :  Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

“Itu yang belum [wilayah tambang] karena itu juga termasuk nanti yang kami akan bicarakan dengan pemerintah. Terutama dengan Pak Presiden Jokowi dan juga Pak Menteri Bahlil dan juga mungkin Menteri ESDM, lokasi mana yang diperuntukkan bagi Muhammadiyah,” ungkapnya.

Terkait dengan pembentukan badan usaha khusus, Mu’ti menyebutkan juga akan segera berproses. Pembentukannya nanti bersama dengan tim pengelolaan tambang yang telah dibentuk.

Tetapi memang dia bilang selama ini Muhammadiyah telah mempunyai pedoman tentang pembentukan badan usaha milik Muhammadiyah. Ada dua yaitu amal usaha Muhammadiyah yang non profit dan badan usaha milik Muhammadiyah yakni unit-unit bisnis yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan di bawah perserikatan dan amal usaha Muhammadiyah.

“Jadi kalau kami nanti mengelola tambang ini akan dibentuk badan usaha milik Muhammadiyah yang nanti namanya kita belum tahu, dan insya allah kami memiliki pengalaman dan sumber daya manusia untuk mengelola itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

“Waktunya kapan nanti akan kita sampaikan kemudian bersama dengan tim yang kami sudah putusakan dan segera kami tetapkan dalam surat keputusan PP Muhammadiyah,” imbuhnyaa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebutkan jika semua pengurus wilayah organisasi yang berada di 35 provinsi setuju terkait pengelolaan izin usaha pertambangan ini. Berbagai masukan pun sudah disampaikan seluruh pengurus wilayah mengenai hal itu.

“Jadi semuanya bersetuju tapi mereka juga memberikan masukan-masukan tadi, yang menyangkut lingkungan hidup, yang menyangkut kesejahteraan masyarakat sekitar dan juga agar tetap bisa menjaga persatuan lingkungan sosial setempat. Jangan sampai usaha tambang menimbulkan disparitas dan konflik sosial,” kata Haedar.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru