Kekacauan Teknologi Global Dipicu Pembaruan Software yang Salah: Sistem Terganggu, Penerbangan Tertunda, dan Kerugian Besar

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penumpang antre untuk check in di bandara internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, akibat sistem Windows down yang mengacaukan sitem komputer maskapai penerbangan, Jumat (19/7/2024).

Para penumpang antre untuk check in di bandara internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, akibat sistem Windows down yang mengacaukan sitem komputer maskapai penerbangan, Jumat (19/7/2024).

1TULAH.COM-Dunia digital mengalami kekacauan besar pada hari Jumat (19/7/2024) akibat pembaruan perangkat lunak (software) yang salah. Peristiwa ini menyebabkan gangguan sistem informasi di berbagai sektor, termasuk penerbangan, keuangan, media, kesehatan, usaha kecil, dan kantor pemerintah di seluruh dunia.

Penerbangan Tertunda dan Gangguan Keuangan

Salah satu dampak paling signifikan terasa pada sektor penerbangan. Ribuan penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan, menyebabkan antrean panjang dan kebingungan di bandara-bandara di berbagai negara. Maskapai penerbangan mengalami kesulitan dalam melakukan check-in, pemesanan tiket, dan operasi penerbangan lainnya.

Sektor keuangan juga tidak luput dari gangguan ini. Beberapa perusahaan keuangan dan perbankan mengalami kesulitan dalam mengakses sistem data dan melakukan transaksi. Hal ini menyebabkan penundaan layanan dan kerugian finansial bagi para nasabah.

Kantor Berita Mogok dan Layanan Kesehatan Terhambat

Gangguan sistem informasi juga berdampak pada kantor berita dan media massa. Beberapa kantor berita terpaksa menghentikan siaran langsung dan publikasi berita mereka karena tidak dapat mengakses sistem mereka.

Baca Juga :  Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Di sektor kesehatan, rumah sakit dan klinik mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis pasien dan melakukan pencatatan data. Hal ini menyebabkan penundaan layanan medis dan kecemasan bagi para pasien.

Usaha Kecil dan Kantor Pemerintah Terkena Dampak

Usaha kecil dan kantor pemerintah juga tidak terhindar dari kekacauan ini. Banyak bisnis kecil yang tidak dapat melakukan transaksi pembayaran dan mengalami kesulitan dalam melayani pelanggan. Kantor pemerintah pun mengalami kendala dalam menjalankan tugas dan layanan publik.

Kerapuhan Dunia Digital dan Tanggung Jawab Penyedia Layanan

Luasnya gangguan jaringan sistem informasi ini menyoroti kerapuhan dunia digital yang semakin bergantung pada beberapa penyedia layanan komputasi utama. Kegagalan sistem pada satu penyedia layanan dapat berakibat fatal bagi berbagai sektor yang mengandalkannya.

Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya tanggung jawab penyedia layanan dalam memastikan keamanan dan keandalan sistem mereka. Pembaruan software yang tidak teruji dengan benar dan kurangnya antisipasi terhadap potensi gangguan dapat menyebabkan kerugian besar bagi pengguna dan masyarakat luas.

Baca Juga :  KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

CrowdStrike Minta Maaf dan Lakukan Perbaikan

Perusahaan keamanan siber CrowdStrike, yang bertanggung jawab atas pembaruan software yang salah ini, telah meminta maaf atas kekacauan yang terjadi. CrowdStrike menjelaskan bahwa gangguan ini bukan hasil peretasan atau serangan siber, melainkan kesalahan dalam proses pembaruan.

CrowdStrike saat ini tengah melakukan investigasi dan perbaikan untuk mengatasi masalah ini. Mereka juga telah mengimbau para penggunanya untuk menunda proses pembaruan software yang bermasalah.

Kekacauan teknologi global ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya keamanan dan keandalan sistem informasi di era digital. Penyedia layanan perlu meningkatkan tanggung jawab mereka, dan pengguna juga perlu lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Berita Terbaru