Sudah Masuk Musim Kemarau Kok Masih Hujan? Ini Alasannya

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILustrasi hujan, foto.Istimewa

ILustrasi hujan, foto.Istimewa

 

1TULAH.COM – Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada bulan Juli, fenomena hujan yang masih sering terjadi dapat dijelaskan oleh beberapa dinamika atmosfer yang mempengaruhi cuaca. Berikut adalah beberapa faktor yang berperan:

1. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO): MJO adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak ke arah timur melintasi daerah tropis, dan dapat meningkatkan aktivitas konvektif, seperti pembentukan awan dan hujan, di wilayah tertentu.
Ketika MJO aktif di wilayah Indonesia, curah hujan cenderung meningkat meskipun berada dalam musim kemarau.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: "Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya"

2. Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial: Gelombang ini adalah fenomena atmosfer yang dapat mempengaruhi pola cuaca dengan meningkatkan aktivitas hujan di wilayah tertentu. Gelombang Kelvin bergerak dari barat ke timur di sepanjang khatulistiwa, sedangkan Gelombang Rossby bergerak dari timur ke barat.

3. Suhu Permukaan Laut yang Hangat: Suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia dapat meningkatkan penguapan dan menyediakan lebih banyak uap air di atmosfer.

4. Awan Cumulonimbus (CB): Awan CB adalah awan yang sangat tinggi dan tebal yang sering menyebabkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

BMKG memperingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan yang signifikan, termasuk hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang, di beberapa wilayah Indonesia pada awal Juli.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perbukitan, dataran tinggi, dan sepanjang daerah aliran sungai.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Berita Terbaru