Terungkap! Dugaan Orang Dalam di Balik Kebocoran Data PDN, Pakar Minta Investigasi Mendalam

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

1TULAH.COM-Beredarnya unggahan dokumen rahasia Pusat Data Nasional (PDN) di platform berbagi dokumen Scrib memicu kekhawatiran publik dan pakar. Dugaan keterlibatan orang dalam dalam aksi ini pun menyeruak, mendorong seruan untuk investigasi segera oleh Tim Siber Mabes Polri.

Direktur PoliEco Digital Institute (PEDAS) dan pakar Digital, Anthony Leong, mendesak penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. “Masyarakat bisa mengunduh semua dokumen yang diunggahnya. Dokumen-dokumen rahasia semua dibocorkan secara sengaja,” tegasnya, Senin (8/7/2024).

Anthony menilai kebocoran ini berpotensi memicu bencana siber di masa depan. “Bayangkan jika ditarik mundur ke 2022, ada berapa banyak kebocoran data yang terjadi,” tambahnya.

Baca Juga :  KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta

Dia meyakini kebocoran data PDN merupakan aksi teror siber yang melibatkan orang dalam. “Ini dipastikan serangan teror siber kepada PDN. Diduga ada keterlibatan orang dalam karena ada potensi orang dalam yang membuka data-data ini keluar,” urainya.

Menurutnya, kebocoran data ini bukan hanya mengganggu layanan publik, tapi juga mengancam privasi masyarakat. “Apalagi jika peretas berhasil mengakses server di PDNS, kebocoran data bisa meluas ke instansi lain yang menyimpan data masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga

Mengingat eskalasi serangan siber yang kian meningkat, Anthony menyerukan urgensi tindakan pemerintah. “Ini bukan lagi hanya tentang kebocoran data sembarangan melainkan sudah tentang keamanan nasional,” tegasnya.

Dia meminta Presiden Joko Widodo turun tangan langsung dan mendesak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit PDNS. “Masyarakat menunggu langkah tegas dari pihak berwenang dalam menangani dan menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, yang diyakini sebagai aktor non-negara dengan motif ekonomi. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Berita Terbaru