Usai Viral, Om Bule Buka Suara Terkait Plesetan IKN: Khalayan dan Parodi

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase om bule alias Maxi Valerio (sumber: suara.com)

Kolase om bule alias Maxi Valerio (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan seorang pria bertampang bule yang mengatakan IKN sebagai singkatan Ibu Kota Koruptor Nepotisme. Diketahui, orang yang berada di dalam video viral tersebut Bernama Maxi Valerio. Ia mendapat kecaman banyak pihak.

Salah satunya dari para tokoh adat yang berada di Kalimantan Timur. Mereka menuntut kepada Maxi Valerio untuk meminta maaf.

Melalui akun TikTok-nya @maxi_masker, Maxi Valerio angkat bicara terkait video viral tersebut. Ia mengaku tak mengerti harus minta maaf untuk apa, sebab, yang dikatakannya hanyalah khayalan dan parodi.

“Om bule minta maaf. Untuk apa? Saya tidak paham perihal video parodi saya tentang IKN yang merupakan singkatan dari khayalan saya, bisa merupakan ikatan kakak nenek, bisa merupakan ibu kota khayalan Naruto bisa saja ibu kota korupsi nepotisme. Ini merupakan khalayan saya dan parodi dan sekarang melebar ke mana-mana,” ujarnya dikutip pada Jumat (15/6/2024).

Baca Juga :  Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Ia menegaskan jika dirinya bukan bule, melainkan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Bogor. “Gue WNI, emak gue Jawa-Jogja. Bapak gue itali gue jadi itilano,” katanya.

Soal video, Maxi menegaskan jika itu parodi yang dibuat untuk lucu-lucuan. Terkait masalah investasi, air, dan keluhan sulitnya makan merupakan parodi yang sifatnya autokritik.

Semua yang dibawakan merupakan topik serta isu yang saat ini sedang menghangat beredar di masyarakat.

“Gue di video tersebut cuman lucu sesuai fakta-fakta yang banyak rapat DPR, kemungkinan investiasi tidak masuk. Banyak podcast mengatakan bahwa di sana ada kekurangan air. Bahwa pemimpin negara mengatakan bahwa saya juga susah makan tidak ada restoran dan katanya juga untuk upacara mungkin akan dilakukan di dua tempat,” katanya.

Baca Juga :  Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Maxi heran Ia kemudian diminta untuk meminta maaf oleh tokoh adat di Kalimantan Timur. Padahal Maxi tak menyebut kata ‘Kalimantan’ dalam videonya tersebut.

“Kedua saya tidak sebut untuk urusan Kalimantan. Nggak peduli saya dengan urusan Kalimantan. Saya tidak menyebut satu kata pun tentang Kalimantan,” katanya.

Justru, Ia mengeklaim membela hak-hak masyarakat Indonesia. “Saya tidak menyebut orang kalimantan kenapa sekarang masuk ke adat segala,” katanya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja
Pemkab Murung Raya Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun
Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Berita Terbaru