Ternyata Ini Penyebab Batu Ginjal, Penyakit yang Dialami Parto Patrio hingga Harus Operasi

- Jurnalis

Sabtu, 27 April 2024 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eko Patrio, Parto Patrio dan Akri Patrio.  (sumber: suara.com)

Eko Patrio, Parto Patrio dan Akri Patrio. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dunia entertainment sebab dihebohkan dengan kabar Parto Patrio yang dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance sebab batu ginjal hingga harus segera dapat perawatan medis. Kondisi ini membuat publik penasaran, kenapa rasa sakit batu ginjal tidak tertahankan?

Melihat suaminya didiagnosa sakit batu ginjal hingga harus dirawat, membuat Dina Risty mengaku patah hati dan tak kuat menahan kesedihannya. Ia juga berharap penyakit yang diidap suaminya membuat dosa Parto diampuni.

“Patah hati aku melihat kamu sakit begini. Semoga sakitmu ini menjadi penggugur dosa-dosa dan akan menaikkan derajatmu,” tulis Dina Risty dalam unggahan Instagram Story-nya.

Batu ginjal merupakan endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal sering dikaitkan dengan penyakit kencing batu atau nefrolitiasis, yakni saat di dalam ginjal terdapat ukuran batu yang sangat kecil hingga mencapai beberapa inci.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Dilansir dari Hello Sehat, ketika gejala batu ginjal menyerang orang tersebut akan mengalami rasa sakit hebat seperti nyeri punggung bagian samping, belakang, dan bawah tulang rusuk. Bahkan pasien juga merasakan sensasi terbakar ketika buang air, demam, hingga mual dan muntah.

Sementara, menurut Urolog Mayo Clinic Rochester Minnesota dr. David E. Patterson mengatakan rasa sakit hebat yang dialami pasien dengan batu ginjal disebabkan kejang sebab adanya batu yang tersangkut di ureter, ditambah ginjal terus tertekan karena banyaknya air kencing yang tidak bisa disaring atau dikeluarkan.

“Orang sering menggambarkan nyeri batu ginjal sebagai nyeri panggul yang dimulai di bawah tulang rusuk dan turun ke testis pada lelaki atau labia pada perempuan.Untuk meringankan rasa sakit, penyedia layanan kesehatan sering merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas bagi mereka yang sedang menunggu batu ginjal keluar,” ujar dr. David mengutip Mayo Clinic.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

dr. David menambahkan setidaknya terdapat 3 penyebab utama batu ginjal sangat menyakitkan. Pertama yakni ureter berukuran kecil dan tidak fleksibel, sehingga tidak bisa melebar untuk menampung batu. Penyebab kedua, yaitu ketika batu masuk ke dalam ureter, ureter bereaksi dengan menekan batu tersebut untuk mencoba mengeluarkannya. Kondisi inilah yang disebut dengan kejang, yang akhirnya menyebabkan rasa sakit yang sangat parah.

“Ketiga, yakni jika batu menghalangi ureter, urin kembali naik ke ginjal sehingga menyebabkan tekanan di dalam ginjal,” papar dr. David.

Sementara, batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam asam. Sekitar 85 persen batu ginjal berbahan dasar kalsium, biasanya kalsium oksalat. Ada juga batu ginjal yang kurang umum yakni batu asam urat, batu struvite, dan batu sistin. Untuk menentukan jenis batu ini, dokter akan melakukan tes darah dan urin pada pasien.

 

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru