5 Ribu Rekening Diblokir Terkait Transaksi Judi Online

- Jurnalis

Selasa, 23 April 2024 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi judi online. [Dok. Istimewa/suara.com]

Ilustrasi judi online. [Dok. Istimewa/suara.com]

1TULAH.COM – Menteri Koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto telah mengadakan pertemuan dengan beberapa kementerian untuk mengikuti petunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai satgas pemberantasan judi online. Dia mengatakan bahwa hingga saat ini, telah ada 5 ribu rekening yang diblokir karena diduga terlibat dalam transaksi judi online.

“Pembicaraan yang tadi kami laksanakan bahwa OJK itu mencatat ada 5 ribu rekening yang sudah ditemukan karena adanya kegiatan yang anomali, anomalinya apa? Itu frekuensinya besar namun nilainya kecil,” ucap Hadi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga :  Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Hadi menjelaskan bahwa informasi tersebut masih terkait dengan hasil temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dia menyatakan bahwa setelah struktur Satgas pemberantasan judi online terbentuk, 5 ribu rekening yang telah diblokir dapat dibuka untuk mengetahui jumlah total transaksi yang terjadi.

“Memang kuncinya adalah nantinya apabila sudah dibentuk Satgas dari laporan OJK tadi yang 5 ribu rekening yang mencurigakan itu dibuka maka akan kelihatan jaringan. Penindakan hukum akan lebih mudah untuk dilaksanakan,” kata Hadi.

Dia menyatakan bahwa saat ini belum diketahui asal-usul dari transaksi-transaksi yang melibatkan 5 ribu rekening tersebut. Dia juga mengacu pada laporan dari PPATK yang menunjukkan peningkatan aktivitas judi online di Indonesia mulai dari tahun 2017 hingga 2024.

Baca Juga :  Ini Ciri-ciri Dehidrasi yang Harus Diwaspadai oleh Jemaah Haji

“PPATK mencatat sejak 2017 sampai dengan 2024 itu terjadi peningkatan judi online secara signifikan berdasarkan data yang ada di PPATK,” ujar Hadi.

“Tahun 2023 itu sebanyak 3,2 juta warga negara bermain judi online, 80 persennya memang bermain di bawah nilai Rp 100 ribu, dan dicatat bahwa perputaran yang di tahun 2023 itu mencapai Rp327 Triliun agregat, keluar masuk, keluar masuk, itu tercatat Rp 327 T,” sambungnya.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim
Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!
Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:43 WIB

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:51 WIB

Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Berita Terbaru