1TULAH.COM – Stigma dan perlakuan negatif seringkali dialami oleh orang yang lajang, baik di Indonesia maupun di negara lain. Fenomena ini dikenal dengan istilah singlisme, yang mengacu pada perlakuan tidak adil terhadap mereka yang belum menikah.
Singlisme dapat berupa stereotip dan stigmatisasi terhadap status lajang, di mana masyarakat seringkali melihatnya sebagai sesuatu yang rendah atau buruk. Bella DePaulo, seorang psikolog dan penulis, memperkenalkan istilah ini melalui blog “Living Single”nya, dan kemudian istilah ini diakui dan ditambahkan ke Kamus Bahasa Inggris Cambridge.
Bella menjelaskan bagaimana orang lajang menjadi sasaran stereotip, penolakan, kerugian ekonomi, dan diskriminasi, mirip dengan rasisme dan seksisme yang umum terjadi. Singlisme tidak hanya berlaku untuk orang lajang, tapi juga berhubungan dengan status perkawinan, di mana orang lajang sering kali menjadi korban perlakuan tidak adil.
Contoh singlisme dapat ditemui di berbagai bidang kehidupan, termasuk agama, tempat kerja, politik, dan media. Di Indonesia, orang yang lajang sering disebut dengan sebutan negatif seperti “perawan tua” atau “perjaka tua”, meskipun status tersebut bisa jadi pilihan mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa singlisme masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan dalam masyarakat.
Penulis : Laili R


![Sheila on 7 dikenal sebagai salah satu band yang loyal dengan penggemarnya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/so7-360x200.jpg)
![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)
![Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (ketiga kiri), dan Serda Edi Sudarko (kedua kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/tom]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/anggota-bais-maaf-225x129.jpg)
![Syekh Ahmad Al Misry. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/al-misry-buron-225x129.jpg)


![Ilustrasi Istana Garuda di IKN. [Ist]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/ikn-jakarta-225x129.jpg)




![Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (ketiga kiri), dan Serda Edi Sudarko (kedua kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/tom]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/anggota-bais-maaf-360x200.jpg)
![Syekh Ahmad Al Misry. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/al-misry-buron-360x200.jpg)
![Ilustrasi Istana Garuda di IKN. [Ist]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/ikn-jakarta-360x200.jpg)




![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



