Songsong Hari Raya Imlek 2575, Berikut Ini 8 Tradisi Imlek yang Biasa Dipersiapkan Warga Etnis Tionghoa

- Jurnalis

Sabtu, 20 Januari 2024 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Imlek di Indonesia (freepik)

Tradisi Imlek di Indonesia (freepik)

1TULAH.COM-Hari Raya Imlek 2575 Kongzili tinggal beberapa pekan lagi. Bertepatan tanggal 10 Februari 2024. Dalam rangka menyabut perayaan Hari Raya Imlek ini, warga etnis Tionghoa di Negara Indonesia mempunyai tradisi tersendiri dan unik.

Saat Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa di Indonesia akan menggelar beberapa tradisi. Lantas, apa saja tradisi Imlek di Indonesia? Untuk selengkapnya, berikut ini ulasannya.

Masyarakat Tionghoa dalam dalam waktu dekat akan merayakan Imlek. Saat Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa di Indonesia akan menggelar beberapa tradisi. Adapun tradisi Imlek di Indonesia yakni sebagai berikut.

Diketahui, berdasarkan SKB 3 Menteri, perayaan Imlek 2575 Kongzili bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2024. Dalam SKB 3 Menteri, perayaan Imlek 2024 juga tercatat sebagai Hari Libur Nasional.

Umumnya, saat tiba perayaan Imlek tiba, masyarakat Indonesia akan merayakan beberapa tradisi. Lantas, apa saja tradisi Imlek di Indonesia? Nah untuk lebih jelasnya, simak berikut ini ulasannya yang dilansir dari berbagai sumber.

  1. Dekorasi Berwarna Merah
Baca Juga :  Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Salah satu tradisi Imlek yang biasa kita jumpai yaitu dekorasi berwarna merah baik di rumah-rumah maupun di tempat umum. Biasanya, dekorasi tersebut dilengkapi benda-benda sarat akan etnis Tionghoa, seperti koin China maupun lampion.

  1. Membersihkan Rumah

Selain dekorasi warna merah, pada perayaan Imlek juga biasanya ada tradisi membersihkan rumah. Masyarakat Tinghoa memiliki kepercayaan bahwa membersihkan rumah sebelum perayaan Imlek dapat mendatangkan keberuntungan dan dijaduhkan dari keburukan.

  1. Berbagi Angpao

Tradisi Imlek berikutnya di Indonesia yang cukup populer yaitu berbagi angpao. Adapun angpao ini merupakan amplop merah yang di dalamnya berisikan uang yang biasanya dibagikan kepada yang lebih muda atau belum menikah.

  1. Menyalakan Kembang Api

Menyalakan kembang api juga jadi salah satu tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia saat tiba perayaan Imlek. Biasanya kembang api atau petasan pada perayaan Imlek ini dibuat menggunakan gulungan kertas warna merah.

  1. Pertunjukan Barongsai
Baca Juga :  Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Tradisi berikutnya yang tak kalah populer di Indonesia saat tiba perayaan Imlek yaitu pertunjukan barongsai. Masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa tarian barongsai ini dapat membawa kesejahteraan dan keberuntungan di tahun ini dan tahun yang akan datang.

  1. Kumpul Bersama Keluarga

Kumpul bersama keluarga juga jadi salah satu tradisi masyarakat Tionghoa di Indonesia saat perayaan Imlek maupun saat merayakan hari-hari besar. Biasanya, mereka akan berkumpul dengan makan bersama pada malam Imlek, lalu sembahyang di klenteng.

  1. Ibadah di Kuil

Beribadah di kuil juga menjadi tradisi yang masih sering dilakukan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Biasanya, ibadah di kuil dilaksanakan pada hari ketiga Imlek. Selain untuk beribadah, di kuil juga biasanya ada kegiatan tarian budaya saat Imlek.

Demikian ulasan mengenai beberapa tradisi imlek di Indonesia yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat! (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru