Inilah Alasan KPK Tidak Sidangkan Buronan Harun Masiku Usai Didesak Lakukan In Absentia

- Jurnalis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPK Nawawi Pomolango memberikan keterangan usai menggelar pertemuan dengan Kapolri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/12/2023) (sumber: suara.com)

Ketua KPK Nawawi Pomolango memberikan keterangan usai menggelar pertemuan dengan Kapolri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/12/2023) (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Nawawi Pomolango, Ketua Sementara KPK menyatakan tidak sepakat dengan Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) yang mendesak KPK agar mengadili buronan Harun Masiko melalui persidangan in absentia atau yang dikenal dengan peradilan tanpa dihadiri oleh terdakwa.

Nawawi mengakui jika di dalam Undang-Undang Pemberantasan Korupsi diakui adanya persidangan in absentia. Tetapi, meurut Nawawi hal tersebut lebih ditujukan ke perkara korupsi yang melibatkan kerugian negara.

“Praktek peradilan in absentia ini lebih ditujukan pada penyelamatan kekayaan negara, sehingga tanpa kehadiran terdakwa, perkara dapat diperiksa dan diputus oleh pengadilan,” kata Nawawi lewat keterangannya dikutip Suara.com pada Jumat (5/1/2024).

Maka karena itu, Nawawi mengatakan, terkait kasus yang menjerat buronan Harun Masiku tidak sama dengan kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian kepada negara, sehingga harus dilakukan peradilan demi menyita asetnya.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Waket III DPRD Kalteng Minta Pemda Fokus pada Potensi Kreatif dan Modal

“In absentia ini bagus pada kasus-kasus dimana terdakwa yang misal melarikan diri, tetapi meninggalkan asset-asset yang dapat menutupi kerugian negara yang telah ditimbulkannya, jadi sangat berbeda dengan kasus si Harun Masiku ini,” jelas Nawawi.

Sebelumnya, Koordinator MAKI, mengusulkan KPK untuk melakukan peradilan in absentia terhadp buronan Harun Masiku. Mengingst sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak Januari 2020, Ia belum juga ditangkap.

“Sudah lebih dari dua tahun, dan orangnya tidak diketahui keberadaannya, makanya, ya, disidangkan secara de in absensia. Biar tuntas. Pimpina KPK yang sekarang tidak punya beban yang akan datang,” kata Boyamin.

Baca Juga :  Gubernur Kaltim Sampaikan Minta Maaf dan Bakal Beli Kursi Pijat Dana Sendiri

“Kalau toh nanti suatu saat diketemukan, orangnya masih hidup, ya tinggal menjalani hukumannya, kalau toh dinyatakan bersalah, hukumannya berapa tahun,” sambungnya.

Harun Masiku telah menjadi buronan kurang lebih empat tahun. Dia ditetapkan sebagai tersangka penyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan pada Januari 2020. Suap itu dilakukannya untuk lolos ke DPR RI melalui pergantian antar waktu (PAW).

Pada kasus ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka, salah satunya yakni Wahyu Setiawan selaku penerima suap telah divonis penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta pada 2021.

Namun saat ini, Wahyu telah dinyatakan bebas secara bersyarat terhitung sejak 6 Oktober 2023.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Prabowo Kumpulkan Kepala PPATK di Hambalang: Evaluasi Ketat Aliran Dana Negara
PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi
Polri Bongkar Kasus Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi di Klaten
Polisi Ciduk Warung Sembako Jual Obat Keras di Kalideres
DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas
Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional
Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 06:20 WIB

Prabowo Kumpulkan Kepala PPATK di Hambalang: Evaluasi Ketat Aliran Dana Negara

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:37 WIB

PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:36 WIB

Polri Bongkar Kasus Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi di Klaten

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:21 WIB

DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:21 WIB

Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:58 WIB

Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

Berita Terbaru

Fahmi R Kubra

Muara Teweh

Menanam Jiwa, Bukan Sekadar Mencetak “Onderdil” Industri

Senin, 4 Mei 2026 - 06:30 WIB

Ilustrasi Haji dan Umrah

Nasional

PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:37 WIB