DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Istimewa

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi ajang refleksi mendalam bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menegaskan bahwa arah pendidikan di “Bumi Tambun Bungai” harus kembali ke akar budaya dan kearifan lokal.

Menurut Faridawaty, pendidikan bukan sekadar mesin transfer ilmu pengetahuan akademik, melainkan kawah candradimuka bagi pembentukan karakter generasi muda yang mengenal jati dirinya.

Pendidikan Sebagai Pembentuk Karakter “Bumi Pancasila”

Faridawaty menilai identitas Kalimantan Tengah sebagai Bumi Pancasila harus tercermin dalam kurikulum dan proses belajar mengajar. Ia menekankan bahwa cerdas secara akademik saja tidak cukup jika generasi muda kehilangan koneksi dengan nilai-nilai luhur daerah.

“Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami jati dirinya, mengenal budayanya, serta memiliki karakter yang kuat sesuai nilai-nilai luhur daerah,” ujar Faridawaty, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Tantangan Nyata: Akselerasi Pendidikan di Wilayah Pedalaman

Sebagai Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi kesejahteraan rakyat, Faridawaty tidak menampik adanya tantangan besar yang masih menghantui Kalteng, di antaranya:

  • Kesenjangan Infrastruktur: Perbedaan fasilitas antara sekolah perkotaan dan pelosok.

  • Aksesibilitas Geografis: Luasnya wilayah Kalteng yang menyulitkan pemerataan tenaga pendidik.

  • Kualitas Layanan: Standar pendidikan yang belum merata di sejumlah kabupaten.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini memberikan perhatian khusus pada masyarakat di pedalaman yang masih terbatas dalam mengakses pendidikan berkualitas. “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar kesenjangan tidak terus melebar,” tegasnya.

Jembatan Antara Modernitas dan Tradisi

Di era globalisasi dan digitalisasi tahun 2026 ini, ancaman tergerusnya nilai lokal menjadi nyata. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I—meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas—ini mengingatkan bahwa teknologi harus menjadi alat, bukan penghancur tradisi.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Faridawaty mendorong pendekatan pendidikan yang kontekstual:

  1. Relevansi Realitas: Materi pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat setempat.

  2. Pembelajaran Berbasis Lingkungan: Siswa diajak belajar dari alam dan kearifan lokal sekitar.

  3. Adaptasi Digital: Menggunakan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya.

Kolaborasi: Kunci Pendidikan Inklusif di Kalteng

Menutup pernyatannya pada peringatan Hardiknas, Faridawaty menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, hingga sektor swasta sangat krusial, terutama dengan karakteristik geografis Kalteng yang unik.

Ia berharap Hardiknas 2026 menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen pembangunan SDM Kalteng yang unggul namun tetap berintegritas.

“Ini saatnya kita memperkuat pendidikan yang berakar pada budaya lokal, namun tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Dengan begitu, kita bisa menciptakan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas,” pungkasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Berita Terbaru