Profil Saleh Al Aroui, Wakil Petinggi Hamas yang Tewas di Lebanon Usai Dibunuh Israel

- Jurnalis

Rabu, 3 Januari 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilusrasi Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas (sumber: suara.com)

Ilusrasi Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Saleh Al Aroui, Wakil Ketua Petinggi Hamas dipastikan tewas pada Selasa, (2/1/2024), kabar tersebut disampaikan oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas. Saleh telah dibunuh oleh Israel dalam serangan ke ibukota Lebanon, Beirut.

Andalou, kantor berita Turki, meringkas riwayat pemimpin Hamas tersebut, Rabu (3/1/2024).

Lahir dengan nama lengkap Salah Mohammed Suleiman Arouri pada tahun 1966 di Kota arura, dekat Kota Ramallah di Tepi Barat. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya dan menengah di kota tersebut hingga tahun 1984.

Taun 1992, Saleh berhasil menyelasaikan kuliahnya di Universitas Hebron, bagian selatan Tepi Barat dan lulus sebagai sarjana Syariat Islam.

Diketahui Saleh telah bergabyng dengan Ikhwanul Musilimin sejak tahun 1985 saat ia masih menempuh perkuliahan di Universitas Hebron.

Saat gerakan Hamas dibentuk pada akhir tahun 1987 oleh para pemimpin Ikhwanul Muslimin, Saleh pun bergabung dengan gerakan ini.

Baca Juga :  Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Tahun 1990 hingga 1992, Saleh dipenjarakan oleh Israel atas keterlibatannya di dalam Hamas tanpa proses peradilan.

Ia dianggap sebagai salah satu pendiri Brigade Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas.

Sekitar tahun 1991-1992, Saleh mendirikan sel militer Hamas di Tepi Barat.

Tahun 1992, tentara Israel kembali menangkapnya untuk kemudian dijatuhkan hukuman penjara 15 tahun sebab mendirikan sel Brigade Al-Qassam di Tepi Barat. Ia baru bebas pada tahun 2007 dan kemudian dijebloskan lagi ke penjara hingga 2010.

Mahkamah Agung Israel kemudian memvonis Saleh bebas tetapi ia diasingkan dari Palestina.

Kemudian, Saleh dideportasi ke Suriah dan tinggal disana selama tiga tahun sebelum memulai perjalanannya ke beberapa negara hingga ia terakhir di Lebanon kemudian dibunuh pada tanggal 2 Januari 2024.

Saleh merupakan salah seorang juru runding Hamas ketika pertukaran tawanan Palestina-Israel tahun 2011, saat serdadu Israel yang bernama Gilad Shalit dibebaskan yang ditukarkan dengan 1.027 warga Palestina yang dipenjarakan Israel.

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Saleh kembali terpilih menjadi wakil ketua biro politik Hamas untuk kedua kalinya pada 31 Juli 2021. Ia juga dimandatkan sebagai pemimpin Hamas di Tepi Barat.

Melalui surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, menyebutkan bahwa enam pemimpin Hamas, termasuk Saleh berada dalam bidikan Israel.

Sedangkan, The Times of Israel mengungkapkan Saleh telah bertahun-tahun diincar oleh Israel.

Ia tewas setelah Israel menyerangnya di sebuah sudut kota Beirut di Dahiyeh.

Menurut National News Agency, kantor berita Lebanon, serangan itu dilakukan dengan menggunakan drone.

Pemerintah Israel enggan mengomentari peristiwa pembunuhan ini, namun sejumlah pejabat Amerika Serikat yang meminta namanya tidak disebutkan, berkata kepada New York Times dan Washington Post bahwa Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin Hamas ini. (Sumber: Antara/Anadolu)

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB