Baliho Caleg Bikin Polusi Visual dan Tak Ramah Lingkungan, Mengapa Tidak Manfaatkan Sosmed?

- Jurnalis

Jumat, 29 Desember 2023 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilihan baliho dan spanduk caleg jelang pemilu 2024 (sumber: suara.com)

Pilihan baliho dan spanduk caleg jelang pemilu 2024 (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Sampai pada saat ini, penggunaan baliho atau spanduk masih menjadi jalan jitu bagi para caleg untuk lebih bisa dikenal oleh masyarakat , terkhusus jelang Pemilu 2024 ini.

Tetapi, pemasangan baliho atau spanduk itu justru menjadi polusi visual karena merusak estetika kota seperti yang terjadi di Jakarta.

Dari pantauan Suara.com di sepanjang Jalan Panjang dari arah Daan Mogot ke Kebon Jeruk terdapat puluhan APK terjadi di pagar pembatas jalur Transjakarta. Bahkan sebagian mereka yang sudah tidak mendapat lapak, memantek batang pohon di sepanjang jalan itu.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Nirwono Yoga, sebagai pengamat Tata Kota buka suara terkait fenomena ini. Ia berkata sebaiknya sudah saatnya para caleg berkampanye dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Para capres-cawapres serta para caleg dapat memanfaatkan videotron sebagai media kampanye. Tetapi, jika dana terbatas untuk menggunakan itu, para caleg bisa memanfaatkan keberadaan media sosial.

“Beralih menggunakan medium visual yang modern dan ramah lingkungan, misal mengoptimalkan videotron yang sudah ada, media massa, dan media sosial,” kata Nirwono, saat dihubungi Suara.com, Jumat (29/12/2023).

Selain itu, Nirwono juga meminta KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu dapat segera menertibkan APK yang yerpasang bukan pada tempatnya. Terlebih yang terpasang di dahan pohon.

Baca Juga :  Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

“Pemerintah, KPU, dan Bawaslu juga harus tegas melakukan pengawasan pelaksanaan Pemilu,” jelasnya.

Hal yang paling penting yakni, KPU dan Bawaslu dapat memperingati para peserta Pemilu agar bisa melakukan kampanye tanpa memproduksi banyak sampah serta menggangu visual masyarakat.

“Perlu menyelenggarakan Pemilu lebih kekinian, ramah lingkungan, sesuai selera anak muda sekarang. Sudah saatnya Parpol meninggalkan cara-cara lama pemasangan alat peraga yang mengganggu visual lanskap kota dan menyumbang banyak sampah,” pungkasnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB