Gandeng LPP Enter Borneo dan AIC Indonesia, Pemkab Barsel Jajaki Peluang Kerjasama Program Karir ke Jepang

- Jurnalis

Jumat, 8 Desember 2023 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur AIC. Co. Ltd, Nagano, Jepang, Mr. Kobayashi Katsuno (tengah), Direktur AIC Indonesia Karir Jepang, Mauluda Malik (tengah kiri) dan Manejer LPP Enter Berneo, Fenny Ariyanti (kiri) bersama Asisten II, Rahmat Nuryadin didampingi Plt. Kepala Disnakertrans Barsel, Sufian Arifin beserta jajarannya saat berfoto bersama usai menggelar pertemuan, di ruang kerja Sekda Barsel, Kamis (7/12/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Direktur AIC. Co. Ltd, Nagano, Jepang, Mr. Kobayashi Katsuno (tengah), Direktur AIC Indonesia Karir Jepang, Mauluda Malik (tengah kiri) dan Manejer LPP Enter Berneo, Fenny Ariyanti (kiri) bersama Asisten II, Rahmat Nuryadin didampingi Plt. Kepala Disnakertrans Barsel, Sufian Arifin beserta jajarannya saat berfoto bersama usai menggelar pertemuan, di ruang kerja Sekda Barsel, Kamis (7/12/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK– Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Enter Borneo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mengunjungi Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

Untuk yang kedua kalinya, dalam rangka menjelaskan atau memaparkan program kerja ke Jepang. Tim LPP Enter Borneo tidak sendiri, melainkan membawa tim AIC Indonesia Karir Jepang.

Kedatangan rombongan disambut oleh Asisten II, Rahmat Nuryadin mewakili Pj. Bupati didampingi Plt. Kepala Disnakertrans Barsel, Sufian Arifin, bertempat di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Kamis (7/12/2023).

Rahmat Nuryadin mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari LPP Enter Borneo Pangkalan Bun dan AIC Indonesia. Karena, sudah berkenan mengunjungi Kabupaten Barsel, dalam rangka memaparkan maksud dari program kerja ke Jepang kepada pemerintah daerah setempat.

“Kami dari Pemkab Barsel sangat mengapresiasi dan menyambut baik maksud dari program mereka itu,” ucapnya kepada wartawan usai acara audeinsi selesai.

Ia menyampaikan, pertemuan tersebut adalah langkah awal dari Pemkab Barsel sebelum melakukan kerjasama dengan LPP Enter Borneo dan AIC Indonesia dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baik keterampilan dan keahlian ataupun peningkatan skils lain kedepannya nanti. Dengan adanya penjelasan dari mereka tentang program tersebut, tentunya sangat membantu pemerintah daerah setempat.

“Supaya masyarakat kita yang bersedia mengikuti program itu dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan tentunya untuk menambah pengalaman kerja, sehingga kita bisa mewujudkan SDM yang berkualitas, unggul, kompoten serta siap kerja,” ujar Rahmat Nuruadin.

Baca Juga :  Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

Sementara itu, Direktur AIC Indonesia Karir Jepang, Mauluda Malik menuturkan, kunjungan tersebut adalah merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenker) yang sedang melakukan program pemerataan ekonomi dari Sabang sampai Marauke.

“Dan yang kita lakukan saat ini adalah penyampaian informasi tentang program bekerja dan berkarir  ke Jepang,” tutur pria yang akrab disapa pak Malik itu

Lebih lanjut Malik menerangkan, selama ini yang sering menerima informasi itu, hanya masyarakat di daerah pulau Jawa dan Sumatera saja, jadi untuk sekarang AIC Indonesia sudah mulai melebarkan sayapnya sampai ke pulau Kalimantan. Sebelumnya sudah masuk wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sekarang di Kalteng.

Di Kalteng, lanjutnya, baru satu daerah yaitu Kabupaten Kobar yang sudah menerima informasi itu dan sudah bekerjasama dengan AIC Indonesia dan LPP Enter Borneo, sekarang pihaknya hadir di Kabupaten Barsel dengan misi yang sama.

“Jadi kedepannya kita akan sampaikan informasi itu sampai ke pelosok di wilayah Kalteng, sehingga kesempatan yang didapat oleh generasi muda Indonesia khususnya di Kalteng untuk bekerja dan berkarir di Jepang bisa terwujud pemerataannya,” terang Mauluda Malik.

Manejer LPP Enter Borneo, Fenny Ariyanti mengatakan,  pihaknya selalu siap mensupport kegiatan program bekerja dan berkarir ke Jepang tersebut.

Baca Juga :  Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Dari segi pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan bagi mereka terutama kalangan generasi muda yang sungguh-sungguh ingin bekerja ke luar negeri, khususnya ke negeri Sakura Jepang.

Ia menambahkan, karena syarat utama ingin bekerja kesana adalah harus fasih berbahasa Jepang, hal itu untuk menghindari kesalahpahaman antara pekerja Indonesia dan orang Jepang.

Untuk itu LPP Enter Borneo siap memberikan pelatihan tersebut hingga mereka benar-benar fasih bahasa Jepang.

 

“Dengan adanya program ini kita berharap generasi muda di daerah ini nantinya mempunyai keterampilan, kemampuan yang kompoten dan siap kerja, sehingga SDM di Kalteng khsusunya di Barsel akan lebih baik serta meningkat lagi kedepannya,” kata Fenny Ariyanti.

Dari pemerintah daerah yang turut hadir pada pertemuan tersebut yakni Sekretatis Disnakertans Barsel, Adenan, Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Sahala Junjungan Sitorus, Kabid HI dan Jaminan Sosial, Irma Marlina, berserta beberapa karyawan lainnya, sedangkan dari AIC Indonesia, Mauluda Malik didampingi langsung Presiden Direktur AIC. Co. Ltd, Nagano, Jepang, Mr. Kobayashi Katsunori bersama manejer LPP Enter Borneo dan karyawan lainnya.

Sekadar informasi, kunjungan pertama yang di lakukan LPP Enter Borneo, dan diwakili oleh Direktur, Sigit Hariyanto bersama tim, mengadakan pertemuan bersama Plt. Kepala Disnakertrans berserta jajarannya, bertempat di Aula Kantor Disnakertrans Barsel, pada tanggal, 15 November 2023 lalu. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Jumat, 24 April 2026 - 07:07 WIB

Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Jumat, 24 April 2026 - 06:57 WIB

Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Berita Terbaru