Hadiri Undangan PWI, Anies Sebut Kebebasan Berekspresi Dikekang UU ITE

- Jurnalis

Jumat, 1 Desember 2023 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat berkunjung ke kantor PWI, Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat berkunjung ke kantor PWI, Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

1TULAH.COM – Anies Baswedan, Capres nomor urut satu singgung tentang era otoriter kala menghadiri undangan Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) di Kantor PWI, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023).

Ia menyebutkan, indikator dari era otoriter itu dapat dilihat langsung dari penggunaan istilah ‘Konohan’ dan ‘Wakanda’ oleb masyarakat khususnya warganet saat menyuarakan kritik kepada jajaran pemerintah melalui media sosial.

“Saat berapa kali, selama di sosmed (sosial media) orang masih nyebut kata Indonesia dengan istilah ‘Wakanda’ dengan istilah ‘Konoha’, maka Indonesia masih ada masalah,” kata Anies.

Baca Juga :  Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

“Kalau kita sudah berani dengan menyebut dengan nama Indonesia maka perasaan takut itu tidak boleh ada,” imbuhnya.

Pendapat Anies, rasa takut untuk menyuarakan kritik hanya terjadi di negara otoriter.

“Takut itu hanya boleh di tempat yang otoriter. Ini bapak ibu sekalian, teman-teman mengalami era otoriter, di situ ada rasa takut, karena di era otoriter itu pilar penopangnya rasa takut,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Ia melanjutkan, jika rasa takut hilang, maka otoriter sudah tumbang.

“Rasa takut hilang, rezim tumbang,” ujarnya.

Dapat dilihat, kebebasan berekspresi dikekang oleh beberapa pasal yang terdapat dalam UU ITE.

“Kami melihat ada pasal-pasal di dalam perundangan kita yang menghambat orang untuk berani mengungkapkan pandangan,” katanya.

“Termasuk dalam UU ITE. Di situ kami melihat ada pasal-pasal yang perlu direvisi, sehingga tidak menimbulkan rasa takut di dalam berekspresi,” sambungya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun
Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta
Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 17:02 WIB

Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Berita Terbaru