Harga Mahal Menjadi Alasan Konsumen Enggan Berpindah ke Kendaraan Listrik

- Jurnalis

Selasa, 14 November 2023 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kendaraan listrik. (foto: freepik)

ilustrasi kendaraan listrik. (foto: freepik)

1TULAH.COM – Baru-baru ini dilakukan sebuah penelitian yang mengungkapkan faktor konsumen enggah berpindah menggunakan kendaraan listrik dikarenakan harganya yang sangat mahal.

Dilansir dari penelitian S&P Global, Senin (13/11/2023), faktor utama konsumen masih memilih menggunakan kendaraan konvensional ialah karena harga kendaraan listrik yang sangat mahal.

Bahkan China, masih belum mampu sepenuhnya meyakinkan konsumen untuk menggunakan kendaraan listrik. Padahal negara mereka sudah memasarkan dengan harga yang terjangkau.

Hampir 50 persen responden survei mengatakan bahwa mereka menganggap harga kendaraan listrik masih sangat mahal. Walaupun mereka mengetahui mengapa teknologi ini penting, namun mereka menuturkan untuk menerapkannya masih membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

Baca Juga :  KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Bukan hanya soal harga, jarak tempuh baterai juga dinilai menjadi persoalan tersendiri jika konsumen harus berpindah menggunakan kendaraan listrik.

Hasil survei menunjukan, dari 100 responden sebanyak 46 responden mengkhawatirkan tentang lama waktu yang digunakan untuk pengisian ulang. Sedangkan 44 responden sisanya mengkhawatirkan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum.

Walaupun sebagian besar responden mengatakan bersedia jika harus menunggu 30 sampai 60 menit, namun laporan terbaru menyatakan keandalan infrastruktur Amerika dan relatif jarang adanya stasiun pengisian.

Menariknya, mengisi daya di rumah masih belum menjadi solusi yang diharapkan konsumen. Hanya 51 persen konsumen kendaraan listrik yang memiliki alat pengisi daya di rumah, dan sebagiannya para konsumen tidak bersedia melakukan pembayaran tambahan untuk memasang pengisi daya cepat Level 2 di rumah jika menggunakan kendaraan listrik.

Baca Juga :  Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Sebagian besar konsumen justru bersedia mengeluarkan dana ekstra untuk melakukan pengisian daya di tempat kerja atau di stasiun pengisian umum kendaraan listrik.

Sementara itu, bagi para konsumen yang tertarik menggunakan kendaraan listrik memiliki alasan yang sama. Daya tarik terbesar ialah penghematan bahan bakar dengan total 69 persen responden, kemudian manfaat lingkungan 56 persen dan alasan terbesar terakhir adalah performa dan pengalaman berkendara sebanyak 31 persen.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks
Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera
DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN
KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Minggu, 20 September 2026 - 05:25 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 05:20 WIB

Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Sabtu, 19 September 2026 - 20:57 WIB

KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN

Sabtu, 19 September 2026 - 20:54 WIB

KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid

Sabtu, 19 September 2026 - 16:00 WIB

Ramai Wacana Label Non-Halal pada Kemasan Rokok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Berita Terbaru