Berikut 3 Ulasan Surat Al-Qur’an yang Menceritakan Tentang Israel dan Palestina

- Jurnalis

Rabu, 1 November 2023 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Al Quran - ayat soal Palestina dan Israel. (Pexels)

Ilustrasi Al Quran - ayat soal Palestina dan Israel. (Pexels)

1TULAH.COM- Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan Semesta Alam dengan kejadian-kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Pernahkah kalian berfikir konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina ini sudah jauh tercatat di dalam kitab suci Al-Qur’an sejak ribuan tahun silam?

Ada 3 surat Al-Qur’an yang menceritakan dengan jelas tentang peristiwa antara Israel dan Palestina. Berikut ulasannya:

1. Surat Al-Ma’idah ayat 21

يَٰقَوْمِ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْأَرْضَ ٱلْمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِى كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَٰسِرِينَ

Yā qaumidkhulul-arḍal-muqaddasatallatī kataballāhu lakum wa lā tartaddụ ‘alā adbārikum fa tangqalibụ khāsirīn

Artinya: “Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.”

Ada terdapat beberapa tafsir mengenai Surat Al-Ma’idah ayat 21 ini, salah satunya dari Kementrian Agama RI:

Allah memerintahkan kaum Bani Israil untuk menduduki tanah Palestina asalkan mereka beriman. Tetapi, kaum Bani Israil menentang perintah tersebut.

Nabi Musa pun berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci yaitu tanah Palestina yang disucikan dari kemusyrikan karena banyaknya nabi-nabi yang diutus di tanah itu. Itulah tanah yang telah ditentukan Allah bagimu dalam ilmu-Nya yang azali untuk memasukinya dan merasakan kedamaian di dalamnya apabila engkau beriman dan taat kepada perintah-Nya, dan jangan lah kamu berbalik ke belakang karena takut kepada musuh, nanti kamu menjadi orang yang rugi di diunia dan akhirat karena kamu tidak memercayai jaminan Allah bahwa tanah itu ditetapkan Allah bagimu untuk memasukinya.”

2. Surat Al-Isra ayat 1

‎سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Baca Juga :  Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah meperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Surat Al Isra ayat 1 menceritakan tentang pengalaman Isra yang dialami Nabi Muhammad SAW, perjalanan yang sangat jauh dimalam hari hingga kembali ke tempat semula dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina.

Surat ini juga merincikan tentang keindahan Baitul Maqdis yang artinya rumah suci. Istilah Baitul Maqdis sendiri dirujukan kepada Masjid Al Aqsha yang berada di Yerussalem.

3. Surat Al-A’raf ayat 137

وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ يَعْرِشُونَ

Wa auranal-qaumal-lana kn yusta‘afna masyriqal-ari wa magribahal-lat brakn fh, wa tammat kalimatu rabbikal-usn ‘al ban isr’l(a), bim abar, wa dammarn m kna yana‘u fir‘aunu wa qaumuh wa m kn ya‘risyn(a).

Artinya: “Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apapun yang telah dibuat Fir’aun dan kaumya serta apa pun yang telah mereka bangun”.

Tafsiran ayat ini dikutip dari Kementerian Agam RI sebagai berikut:

Setelah menyampaikan kesudahan kaum durhaka, Surat Al-A’raf ayat 137 ini melanjutkan pemberitaannya tentang umat Nabi Musa dengan menyatakan bahwa kami tenggelamkan pengikut-pengikut Fir’aun bersamanya dan kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu yaitu Bani Israil, bumi bagian timur dan bagian baratnya, yaitu Negeri Syam, Mesir dan negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir’aun dahulu, yang telah kami berkahi dengan berbagai nikmat berupa tanaman, buah-buahan, dan sungai-sungai serta aneka nikmat lainnya.

Baca Juga :  Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Dan pada akhirnya telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu sebagai janji untuk Bani Israil (lihat surat Al Qashas ayat 5-6), disebabkan kesabaran mereka dalam menghadapi siksaan dan ancaman Fir’aun dan kaumnya.

Dan kami hancurkan apa yang telah dibuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun, berupa gedung-gedung pencakar langit dan istana-istana megah serta atap-atap untuk tanaman dan pepohonan yang menjalar layaknya rambatan pohon anggur. Itulah bukti kemahakuasaan Allah dan terbukti benarlah segala yang dijanjikannya kepada Bani Israil.

Dan setelah kami menyelamatkan mereka dan menenggelamkan Fir’aun, kami selamatkan Bani Israel dari laut itu, yaitu bagian utara dari laut merah.
Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala, maka muncul keinginan untuk melakukan kebiasaan lama mereka, kebiasaan menyembah berhala yang dilakukan di Mesir. Mereka lalu meminta Nabi Musa untuk membuatkan patung berhala untuk disembah, seperti yang dilakukan oleh kaum yang mereka lihat itu.

Mereka Bani Israil berkata kepada Nabi Musa a.s , “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala untuk kami sembah sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan berhala. Nabi Musa berusaha mencegah keinginan mereka dan menjawab sungguh kamu orang-orang yang bodoh, tidak memahami keagungan Allah dan tidak mengetahui bahwa yang patut disembah hanyalah Tuhan yang Maha Esa.” (*)

 

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : suaram.com

Berita Terkait

Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan
Makna Mendalam Paskah 2026: Dari Tradisi Rabu Abu hingga Tobat Ekologis
Pesan Menyejukkan Menag untuk Warga yang Berlebaran Jumat: Tetap Hormati yang Berpuasa
40 Link Twibbon Idul Fitri 1447 H Terbaru: Desain Estetik untuk Story WA dan Instagram
Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!
Panduan Lengkap Sholat Idulfitri 2026: Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Doa
Resmi! BAZNAS Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50.000
Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Sah atau Tidak Menurut Fiqih?
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 06:08 WIB

Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:35 WIB

Makna Mendalam Paskah 2026: Dari Tradisi Rabu Abu hingga Tobat Ekologis

Jumat, 20 Maret 2026 - 07:01 WIB

Pesan Menyejukkan Menag untuk Warga yang Berlebaran Jumat: Tetap Hormati yang Berpuasa

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:52 WIB

40 Link Twibbon Idul Fitri 1447 H Terbaru: Desain Estetik untuk Story WA dan Instagram

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:52 WIB

Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:29 WIB

Panduan Lengkap Sholat Idulfitri 2026: Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Doa

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:10 WIB

Resmi! BAZNAS Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50.000

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:12 WIB

Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Sah atau Tidak Menurut Fiqih?

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto Muhidin, saat memimpin rapat koordinasi TPPS tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Gedung A Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 Apr 2026 - 21:36 WIB