Makna Mendalam Paskah 2026: Dari Tradisi Rabu Abu hingga Tobat Ekologis

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makna hari raya paskah. (Freepik)

Makna hari raya paskah. (Freepik)

1TULAH.COM-Bagi umat Kristiani di seluruh dunia, Paskah adalah momen yang paling dinanti. Perayaan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan puncak iman yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat-Nya di kayu salib.

Paskah melambangkan kemenangan mutlak atas dosa dan maut, sekaligus memberikan pengharapan akan kehidupan kekal bagi para pemercayanya. Namun, di balik kemeriahannya, muncul satu pertanyaan umum: Mengapa tanggal Paskah selalu berubah-ubah setiap tahun? Berbeda dengan Natal yang terpaku pada 25 Desember, Paskah memiliki “kalender” uniknya sendiri.

Makna Paskah: Dari Pertobatan hingga “Tobat Ekologis”

Paskah bukanlah perayaan instan satu hari. Dalam tradisi gereja, khususnya Katolik, Paskah adalah muara dari perjalanan panjang yang dimulai sejak Rabu Abu.

  • Masa Prapaskah: Selama 40 hari, umat diajak berefleksi. Penggunaan abu di dahi menjadi simbol pengingat akan kerapuhan hidup manusia yang berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.

  • Pertobatan Ekologis: Di era modern, makna kebangkitan Kristus kini meluas menjadi “Pertobatan Ekologis”. Kaum muda dan seluruh umat diajak menjaga alam ciptaan sebagai wujud konkret iman. Menanam pohon, mengurangi sampah plastik, dan menjaga kebersihan air adalah bentuk merayakan kehidupan baru yang diberikan Kristus.

Baca Juga :  Murung Raya Siapkan Wakil Terbaik Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi

Simbolisme Paskah: Mengapa Harus Ada Telur?

Telur Paskah adalah elemen yang paling ikonik, terutama bagi anak-anak. Tradisi menghias telur ini ternyata sudah ada sejak abad ke-13 dan memiliki filosofi mendalam:

  1. Lambang Kehidupan: Telur mewakili benih kehidupan yang siap lahir.

  2. Makam Kosong: Cangkang telur diibaratkan sebagai makam batu Yesus. Saat telur dipecahkan atau dibuka, itu melambangkan Yesus yang bangkit dan keluar dari makam-Nya.

  3. Sukacita Pasca Puasa: Telur juga menjadi tanda berakhirnya masa puasa dan pantang, menyambut kegembiraan penebusan.

Selain telur, terdapat simbol penting lainnya yang sering muncul:

  • Lilin Paskah: Melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa.

  • Kain Putih: Simbol kemurnian, kesucian, dan kemenangan atas maut.

Mengapa Tanggal Paskah Berubah Setiap Tahun?

Ini adalah pertanyaan sejarah dan astronomi yang menarik. Penentuan tanggal Paskah didasarkan pada kombinasi siklus matahari dan bulan.

Baca Juga :  Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Sejarah Konsili Nicea (325 Masehi)

Para pemimpin gereja pada masa itu berkumpul untuk menyatukan metode perhitungan agar seluruh dunia merayakan Paskah secara serempak. Mereka menetapkan aturan bahwa:

Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks musim semi (Spring Equinox).

Itulah sebabnya Paskah selalu jatuh di antara tanggal 22 Maret hingga 25 April. Tujuan utama dari pengaturan ini adalah:

  • Menjamin Paskah selalu jatuh pada hari Minggu (hari kebangkitan).

  • Memiliki identitas tradisi Kristen yang kuat (tidak bertepatan langsung dengan Paskah Yahudi/Passover).

Pesan Kasih di Balik Perayaan

Meski tanggalnya bergeser setiap tahun, esensi Paskah tetap abadi. Pengorbanan Yesus di Jumat Agung dan kemenangan-Nya di hari Minggu Paskah mengajak kita untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Paskah adalah panggilan untuk mencintai sesama dan peduli terhadap lingkungan bumi yang kita tinggali. Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk menebar kasih dan pengharapan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal
Indonesia dan Turki Perkuat Sektor Ketenagakerjaan dan Pelindungan Pekerja Migran
Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma
MK Larang Sisa Kuota Internet Hangus: Hak Milik Konsumen dan Kebijakan Baru Operator
Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Resmi Ditahan di Rutan KPK Selama 20 Hari
Pemkab Murung Raya Perkuat Komitmen Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:24 WIB

Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:06 WIB

Indonesia dan Turki Perkuat Sektor Ketenagakerjaan dan Pelindungan Pekerja Migran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:14 WIB

Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

MK Larang Sisa Kuota Internet Hangus: Hak Milik Konsumen dan Kebijakan Baru Operator

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Resmi Ditahan di Rutan KPK Selama 20 Hari

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Pemkab Murung Raya Perkuat Komitmen Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:23 WIB

Pemkab Murung Raya Perkuat Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Remaja

Berita Terbaru